Kabar Kediri

KH Anwar Iskandar Di Kediri: Masyarakat Jangan Terpancing Provokasi Masif Di Media Sosial

Masyarakat diharapkan bersabar menunggu keputusan hasil penghitungan suara manual yang dilakukan KPU. Karena yang dilakukan KPU merupakan amanat UU.

KH Anwar Iskandar Di Kediri: Masyarakat Jangan Terpancing Provokasi Masif Di Media Sosial
suryamalang.com/Didik Mashudi
KH Anwar Iskandar di Kediri bersama Soetrisno Bachir 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Masyarakat diharapkan bersabar menunggu keputusan hasil penghitungan suara manual yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Karena yang dilakukan KPU merupakan amanat dari undang-undang.

"Kita jangan terjebak kepada tindakan, ucapan dan sikap yang inkonstitusional. Tindakan itu bisa mencederai pembangunan demokrasi," ungkap KH Anwar Iskandar, Pengasuh Ponpes Al Amin, Kota Kediri, Rabu (8/5/2019).

KH Anwar Iskandar juga mengingatkan, tindakan inkonstitusional akan memiliki efek hukum yang tidak ringan. "Kita tunggu dengan sabar dan jangan terpancing provokasi yang sangat masif di media sosial," ungkapnya.

Karena negara telah menyediakan saluran yang benar sesuai dengan undang-undang. "Boleh jadi keputusan KPU ada yang kecewa dapat disalurkan ke Mahkamah Konstitusi (MK)," jelasnya.

KH Anwar Iskandar juga mengajak untuk menatap ke depan karena Indonesia harus bersatu. "Kita boleh berbeda partai politik, tapi kita tetap satu NKRI. Bahkan beda agama juga boleh karena dijamin undang-undang dasar, tapi tetap satu NKRI," tandasnya.

Adanya riak-riak perbedaan selama pelaksanaan pemilu merupakan bagian dari dinamika politik. Karena demokrasi ada perbedaan dan penghormatan terhadap perbedaan. Namun ujungnya harus persatuan Indonesia. "Masih banyak tugas-tugas untuk menatap hari esok," ungkapnya.

Pengasuh Ponpes Al Amin itu juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mengikuti pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilu presiden. Kepesertaan masyarakat menjadi bukti kalau masyarakat telah berpartisipasi dalam perjalanan demokrasi di Indonesia.

"Terima kasih kepada KPU, Bawaslu yang mendapat tugas melaksanakan pemilu serta kepada TNI dan Polri yang telah mengawal pemilu dengan adil dan profesional.

Sementara KH Khafabihi Mahrus, Pengasuh Ponpes Lirboyo juga memberikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang telah mengawal pelaksanaan pemilu dengan demokratis dan damai.

KH Khafabihi Mahrus juga menolak cara-cara inkonstitusional dalam perjalanan pemilu. "Kami mengajak masyarakat menciptakan kerukunan dan menyongsong NKRI yang tenteram dan damai," ungkapnya.

Diharapkan masyarakat menunggu hasil keputusan KPU. "Siapa yang menang dan kalah harus legowo," jelasnya.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved