Kabar Mojokerto

Melihat Manuskrip Berusia Ratusan Tahun di Pondok Penarip, Mojokerto, Ada Tulisan Tangan Pendiri NU

Manuskrip kitab-kitab berusia 400 tahun masih tersimpan rapi di lemari kaca di kediaman dzuriyah Pondok Penarip, Mojokerto.

Laporan wartawan : Febrianto Ramadani

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Manuskrip kitab-kitab berusia 400 tahun masih tersimpan rapi di lemari kaca di kediaman dzuriyah Pondok Pesantren As Sholichiyah atau Pondok Penarip, Kiai Muhammad Rofii Ismail di Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.

Kiai Muhammad Rofii Ismail merupakan cucu pendiri Pondok Penarip, Kiai Muhammad Ilyas.

Secara fisik, manuskrip atau tulisan tangan dengan huruf Arab itu tampak sudah usang.

Bahkan beberapa di antara manuskrip itu sudah tidak utuh karena termakan usia atau rayap.

Namun, huruf demi huruf dalam manuskrip itu masih terbaca begitu jelas.

Warnanya sudah terlihat kuning kecokelatan.

Sepintas, goresan tinta kitab tersebut tertulis di atas kertas.

Tetapi, ada salah satu kitab yang ternyata di tulis di atas bahan kulit.

“Kalau dilihat memang sama dengan kertas. Tapi ketika disentuh akan terasa kalau terbuat dari kulit,” terang Kiai Muhammad Rofii Ismail kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (8/5/2019).

Halaman
1234
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved