Kabar Tulungagung

PPDB SMA/SMK Di Jatim Diawasi Langsung KPK, Kacab Dinas Tantang Yang Berani Titip Siswa

Jangan mencoba titip dalam PPDB kali ini. Sebab, semua proses PPDB di Jawa Timur akan diawasi langsung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

PPDB SMA/SMK Di Jatim Diawasi Langsung KPK, Kacab Dinas Tantang Yang Berani Titip Siswa
suryamalang.com/David Yohanes
Proses Pengambilan PIN PPDB tahun 2018 lalu di Tulungagung 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK di Tulungagung jalur zonasi dan reguler akan dibuka 20 Mei - 8 Juni 2019.

Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Tulungagung, Solikin mengingatkan, jangan mencoba titip dalam PPDB kali ini. Sebab menurutnya, semua proses PPDB di Jawa Timur akan diawasi langsung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Tidak ada lagi intimidasi agar anaknya dimasukkan sekolah tertentu, tidak ada titip menitip. Kalau mau titip, silakan langsung titip ke KPK,” kata Solikin, Kamis (9/5/2019).

Lanjut Solikin, nantinya server dan aplikasi PPDB akan dipegang langsung oleh KPK. Pihak sekolah mapun Kepala Kantor Cabang Dinas seperti dirinya tidak punya akses sama sekali. Sehingga menutup kemungkinan ada pihak yang menekan untuk titip calon peserta didik. “Semuanya akan sesuai dengan prosedur. Coba saja kalau berani,” tegas Solikin.

Pengawasan ini juga berlaku hingga jumlah siswa yang diterima, berdasarkan jumlah rombongan belajar (Rombel). Setiap sekolah nantinya maksimal boleh membuka 12 Rombel, setiap rombel berisi 36 siswa. Sehingga maksimal siswa yang bisa diterima hanya 432 siswa.

Ketentuan ini berlaku karena setiap SMA dan SMK di Tulungagung akan memberlakukan full day, lima hari pembelajaran. Dengan demikian tidak ada siswa yang masuk sekolah pada siang hari.

Jika ada sekolah yang memasukkan lebih dari 432 siswa, maka akan ketahuan oleh sistem dan bisa berbuntut kasus hukum. “Kalau ada yang menerima siswa lebih dari ketentuan itu, akan jadi indikasi adanya siswa titipan,” ungkapnya.

Diakui Solikin, ketentuan ini sebenarnya juga berlaku tahun-tahun sebelumnya. Namun banyak sekolah yang memaksa menerima siswa lebih dari 12 rombel. Satu rombel juga bisa menerima tambahan siswa, sehingga lebih dari 36.

Dengan aturan yang diperketat di bawah pengawasan KPK, maka sekolah swasta juga akan lebih hidup. “Kalau tahun lalu siswanya habis, karena sekolah negeri menerima siswa sebanyak-banyaknya. Tahun ini sekolah swasta akan mudah mendapatkan siswa,” ucapnya.

PPDB SMA/SMK di Tulungaung dibagi dalam lima zona. Setiap siswa hanya bisa mendaftar di dua zona, yaitu zona sesuai tempat tinggalnya dan satu zona lain. Setiap sekolah juga berhak menerima siswa dari jalur prestasi sebesar 5 persen dari kuota, baik prestasi akademik dan nonakademik.

Selain itu ada kuota 5 persen untuk anak ASN yang ikut orang tuanya pindah kerja. “Misalnya ada anggota Jaksa atau TNI/Polri dia pindah kerja, anaknya kan pasti dibawa. Anak mereka punya jatah 5 persen dari kuota,” lanjut Solikin.

Selain itu ada kuota untuk anak buruh sebesar 20 persen. Syaratnya harus ada surat pengantar dari serikat buruh, dan punya kartu Program Keluarga Harapan (PKH). 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved