Breaking News:

Kabar Surabaya

Rapat KPU Jatim Tegang! Caleg Gerindra Sebut 58 Ribu Suaranya Hilang di Bangkalan, Pulau Madura

Pembacaan rekapitulasi hasil pemilu tingkat provinsi untuk Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, berlangsung tegang, Jumat (10/5/2019) malam.

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: yuli
bobby koloway
Nizar Zahro yang hadir sebagai saksi Gerindra pada rekapitulasi hasil pemilu tingkat provinsi, Jumat (10/5/2019) di Surabaya. Ia juga tercatat sebagai caleg Gerindra nomor urut 1 dari daerah pemilihan Jatim XI yang meliputi Bangkalan, Sampang, Sumenep, dan Pamekasan, Pulau Madura. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pembacaan rekapitulasi hasil pemilu tingkat Provinsi Jatim untuk Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, berlangsung tegang, Jumat (10/5/2019) malam.

Penyebabnya, calon legislatif (Caleg) Partai Gerindra nomor urut 1, Nizar Zahro, menuntut adanya pencocokan suara antara rekapitulasi di tingkat kabupaten dengan rekap tingkat kecamatan di Bangkalan.

Nizar menyebut partainya berpeluang membawa dua kursi dari dapil Jatim XI. Sementara itu, berdasarkan hasil yang dibacakan KPU Bangkalan sebelumnya, partainya hanya berpeluang membawa satu kursi.

Awalnya, pembacaan rekapitulasi untuk Kabupaten Bangkalan berlangsung sejak pukul 16.30 WIB dengan dimulai pembacaan hasil pemilihan presiden. Kemudian berlanjut pada rekapitulasi DPD, hingga DPR RI dan berhenti pada jeda ibadah sholat Magrib, Isya', dan Tarawih.

Baru pada sekitar pukul 20.00 WIB, pembacaan rekapitulasi untuk kabupaten terakhir di Jatim tersebut dilanjutkan. Di antaranya, untuk membacakan rekapitulasi untuk DPRD Jatim.

Selesai pembacaan, dibuka sesi penyampaian keberatan dari saksi para peserta pemilu. Adalah Nizar Zahro, yang hadir sebagai saksi Gerindra.

Ia juga tercatat sebagai caleg Gerindra nomor urut 1 dari daerah pemilihan Jatim XI yang meliputi Bangkalan, Sampang, Sumenep, dan Pamekasan.

Ia menuding bahwa hasil rekapitulasi yang tertuang di DB-1 (rekap tingkat kabupaten) bersifat manipulatif. Di Bangkalan, ia mengaku kehilangan suara sekitar 58.363 suara. Sedangkan suara partainya berkurang 31.674 suara.

"DB-1 yang disampaikan oleh KPU Bangkalan bersifat manipulatif. Seharusnya, DB-1 diambil dari DA-1 (rekap tingkat kecamatan), namun ini justru diambil berdasarkan manipulasi," katanya.

Ia menyebut bahwa suaranya bergeser ke beberapa caleg lain, di antaranya ke sesama caleg di partainya. "Namun, kami tegaskan bahwa ini bukan sekadar konflik internal di partai," tegasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved