Kabar Blitar

Tukang Sablon Kedapatan Miliki Dan Simpan 280 Butir Pil Koplo Disergap Satreskoba Polres Blitar

Tersangka pekerjaannya sebagai tukang sablon dan mendesain kaos-kaos untuk anak muda. Karena itu, dia punya banyak jaringan.

Tukang Sablon Kedapatan Miliki Dan Simpan 280 Butir Pil Koplo Disergap Satreskoba Polres Blitar
Google
ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Memiliki jaringan anak-anak muda yang cukup banyak, Anjar alias Antimu (28) duda asal Desa Binangun Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar nekat jadi pengedar pil koplo jenis dobel L. Namun, setahun setelah jadi pengeder, akhirnya petugas mencium bisnis haramnya tersebut.

Akibatnya, Kamis (5/5) malam kemarin, Anjar dibekuk jajaran Satreskoba Polres Blitar di jalan Buton, Desa Kuningan, Kecamatan Kanigoro saat akan bertransaksi. Begitu digeledah, dia tak berkutik karena ditemukan pil dobel L sebanyak 280 butir atau 28 paket, yang disimpan di jok sepeda motornya.

"Saat kami tangkap, dia ketakutan karena nggak mengira kalau dia dikuntit petugas ketika akan janjian dengan calon pembelinya," kata AKP Didik Suhardi, Kasat Narkobaa Polres Blitar.

Untuk pengakuan dia sementara, BB pil koplo sebanyak itu akan dijual ke dua orang. Dua orang itu juga diduga pengecer, yakni satu orang kabupaten (Blitar) dan satu lagi asal Kota Blitar. "Tersangka pengedar itu kulakan barang ke Pasuruan, kemudian dijual kembali, dengan bentuk paketan. Yakni, satu paket itu berisi 10 butir, dengan harga Rp 30 ribu," paparnya.

Dengan harga segitu, tambah Didik, tersangka akan dapat untung Rp 5.000 per paketnya. Selama ini, tersangka mendapatkan barang dari Pasuruan, dengan cara dikirim langsung atau bertemu di tempat yang sepi. "Dia itu, pekerjaannya adalah tukang sablon dan mendesain kaos-kaos buat anak muda. Karena itu, dia punya banyak jaringan. Namun, apakah ia mengedarkan di kalangannya itu, masih dalam penyelidikan," ucap Didik.

Menurut Didik, tertangkapnya tersangka itu setelah petugas menangkap pengguna. Ia mengaku beli barang dari tersangka. Selanjutnya, petugas mengembangkan kasus itu, dengan mencari keberadaan tersangka. Begitu diketahui keberadaannya, petugas tak berani berspekulasi untuk langsung menangkapnya.

Namun, petugas bersabar sambil memastikan kalau ia memiliki barang. "Saat kami geledah, dia baru saja kulakan pil sebanyak 300 butir. Dan, yang 20 butir, sudah laku," pungkasnya.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved