Kota Batu

Pemkot Batu Masih Tak Kunjung Miliki Aset Pemandian Air Panas Songgoriti

Pemandian yang ada di Jalan Raya Songgoroti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu tersebut masih menjadi aset Pemerintah Kabupaten Malang.

Pemkot Batu Masih Tak Kunjung Miliki Aset Pemandian Air Panas Songgoriti
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Pemandian air panas alam di Jalan Raya Songgoroti, Kelurahan Songgokerto, Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Pemkot Batu masih belum bertindak untuk memiliki aset Pemandian Air Panas Alam (PAPA). Pemandian yang ada di Jalan Raya Songgoroti, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu tersebut masih menjadi aset Pemerintah Kabupaten Malang.

Pasalnya area itu sudah berada di wilayah Kota Batu, seharusnya menjadi aset Pemkot Batu.

Beberapa tahun lalu Pemkot Batu segera mengusahakan untuk menjadikan area tersebut menjadi aset Pemkot Batu, agar menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Kota Batu melalui Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu. Tetapi sampai sekarang hal itu belum dilakukan.

Kasi Datun Kejari Kota Batu, I Nyoman Sugiartha mengatakan, terkait permasalahan peralihan aset ini pihak Kejari masih menunggu Surat Kuasa Khusus (SKK) dari Pemkot Batu.

"Nah kami masih belum ada SKK tersebut dari Pemkot Batu. Tetapi kami menyarankan agar kedua pihak baik Pemkot Batu dan Pemkab Malang segera dilakukan audiensi untuk membahas hal tersebut," kata Nyoman, Minggu (12/5/2019).

Sejauh ini, lanjutnya komunikasi hanya melalui surat saja. Pihanya juga memberikan masukan kepada Pemkot Batu agar mencari win win solution.

"Ya kami di sini hanya menengahi," pungkas Nyoman.

Lurah Songgokerto Dian Saraswati mengatakan sejauh ini warga sekitar juga terkendala ketika akan mengadakan acara. Ia mengatakan kalau pihaknya juga berharap aset tersebut menjadi milik Kota Batu.

"Ya warga sekitar kesulitannya membuat acara di situ. Untuk izinnya kan juga harus persetujuan dari pemilik aset. Tapi kami sudah menggandeng pihak ketiga sejauh ini," kata Dian.

Di lain itu, juga dari pihak pemandian tersebut tidak memberikan kontribusi kepada pihak desa. Kalaupun ada bantuan, hanya diberikan ketika ada acara.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD), Eddy Murtono menambahkan pihaknya juga masih menyelesaikan Perda tentang Aset. Saat ini proses tersebut masih di bagian hukum.

"Masih di bagian hukum, secepatnya kami selesaikan. Sejauh ini untuk penataan aset di Batu masih mengacu pada Permendagri nomor 16 tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah," kata dia.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved