Kabar Tulungagung

KPK Resmi Mengumumkan Status Tersangka Untuk Ketua DPRD Tulungagung

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi mengumumkan status tersangka Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono.

KPK Resmi Mengumumkan Status Tersangka Untuk Ketua DPRD Tulungagung
SURYAMALANG.COM/David Yohanes
Suasana penggeledahan rumah Ketua DPRD Tulungagung oleh personil KPK, Selasa (28/8/2018). 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi mengumumkan status tersangka Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono. Pengumuman ini disampaikan langsung Humas, Febri Diansyah, Senin (13/5/2019) malam.

Pengumuman itu disirkan langsung lewat akun Facebook maupun Twitter milik KPK. Kasus ini merupakan rentetan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 6 Juni 2018 silam.

Saat itu Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo dan Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Sutrisno dijadikan tersangka karena menerima fee proyek dari kontraktor.

Menurut Febri, dalam fakta persidangan dan pengembangan KPK, ada dugaan korupsi pembahasan, pengesahan dan pelaksanaan APBD dan ABPD Perubahan Kabupaten Tulungagung dalam rentang tahun 2015 hingga 2018.

“Spr (Supriyono) diduga menerima uang Rp 4,88 miliar dari Bupati Tulungagung,” terang Febri.

Uang yang diterima Supriyono adalah uang syarat pengesahan APBD dan APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung.

Dalam persidangan muncul fakta adanya biaya unduh anggaran, istilah ketok palu, yang intinya dibutuhkan biaya untuk mengurus APBD dan APBD Perubahan di Tulungagung.

Uang yang diterima Supriyono antara lain Rp 3,75 miliar dari beberapa sumber, seperti fee proyek APBD murni selama 4 tahun berturut-turut.

Setiap tahunnya Supriyono menerima Rp 500 juta. Kemudian ada uang pelicin untuk pembasahan APBD, pencairan DAK dan bantuan keuangan provinsi sebesar Rp 750 juta. Kemudian fee proyek selama 2017 sebesar Rp 1 miliar.

“Dalam penyidikan ini, KPK masih mengidentifikasi dugaan pemerimaan lain tersangka Spr, yang berhubungan dengan jabatannya, selama menjabat sebagai Ketua DPRD Tulungagung,” ujar Febri.

Selama proses penyidikan, sejak 25 April 2019 KPK telah memeriksa 39 orang saksi. Pemeriksaan dilakukan di Kantor KPK maupun di Tulungagung

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved