Kabar Jember
Kronologi Dua Jagoan Kampung Bikin Onar, Nekad Bakar Mobil dan Ruang Kelas di Jember
Dua jagoan kampung bikin onar dengan cara membakar mobil hingga ruang kelas di Dusun Ampo Desa Dukuhmencek Kecamatan Sukorambi, Jember.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: yuli
SURYAMALANG.COM, JEMBER - Dua jagoan kampung bikin onar dengan cara membakar mobil hingga ruang kelas di Dusun Ampo Desa Dukuhmencek Kecamatan Sukorambi, Jember.
Salah satu korbannya adalah M Asnawi, pemilik mobil Toyota Kijang. Ia meyakini mobilnya sengaja dibakar orang, bukan terbakar karena ketidaksengajaan.
Kesimpulan itu dia yakini setelah melihat kondisi mobilnya terbakar pada Minggu (28/4/2019) lalu.
Kepada SuryaMalang.com, Asnawi menuturkan peristiwa yang terjadi dua pekan lalu. Ketika itu sekitar pukul 03.00 Wib, dia mendengar ada orang berteriak minta tolong.
Dia menduga tetangga rumahnya bertengkar. Dia pun keluar untuk mencari sumber suara. Setelah keluar rumah, dia melihat garasi mobilnya sudah terbakar.
Rupanya suara minta tolong itu datang dari warga pemilih rumah yang bersebelahan dengan garasi mobilnya.
Garasi mobil dan rumah Asnawi memang berjarak sekitar 100 meter. Melihat garasi mobilnya terbakar, dia pun bergegas mendatangi.
• Motif Dua Pembakar Mobil dan Ruang Kelas di Jember Ingin Mendapat Imbalan Uang
Rupanya sumber api berasal dari mobil yang berada di dalam garasi tersebut. Mobil Kijang-nya sudah dilalap di si jago merah. Dia bersama warga sekitar berjibaku memadamkan api.
"Setelah api padam, saya menarik kesimpulan kalau mobil saya dibakar orang. Karena kedua pintunya terbuka. Padahal kondisi awal kan ditutup," ujar Asnawi.
Asnawi yang pasrah melihat mobil keluarganya hangus terbakar memilih melaporkannya ke Mapolsek Sukorambi. Polisi yang menerima laporan Asnawi awalnya mengatakan jika polisi sudah mengetahui laporan kebakaran di Sukorambi.
"Saat saya cerita kalau mobil saya yang terbakar, akhirnya polisi baru tahu kalau ada kebakaran di tempat lain. Saat siang hari saya juga baru tahu kalau ada kebakaran di tempat lain. Sore harinya dengar juga kalau ada sekolah yang terbakar juga. Berurutan dengan waktu kebakaran mobil saya itu," tutur Asnawi.
Pembakaran moil milik Asnawi merupakan peristiwa ketiga yang terjadi Minggu (28/4/2019) dini hari. Dari penyelidikan polisi, pembakaran pertama terjadi di bengkel reparasi mobil milik Puspo Yudho di Perumahan Kodim Gang VI No 167 Desa Jubung Kecamatan Sukorambil.
Pembakaran di bengkel itu menghanguskan dua mobil. Kebakaran terjadi pada Sabtu (27/4/2019) malam pukul 22.30 Wib. Kebakaran di bengkel itu dipadamkam oleh warga dan petugas pemadam kebakaran. Ketika itu, petugas menduga kebakaran akibat hubungan arus pendek dari mobil yang diperbaiki.
Ternyata di tempat lain, tepatnya di Jl Merak Dusun Jubung Lor Desa Jubung juga terjadi kebakaran. Satu ruang kelas di PAUD Al-Ikhlas juga terbakar. Perabotan dalam ruang kelas itu rusak.
Pantauan SuryaMalang.com di sekolah itu, kerusakan parah terjadi di salah satu sisi bangunan, yakni di sisi utara. Salah satu jendela di sisi utara bangunan, atau bagian belakang ruang kelas itu terbakar parah.
Kemudian Minggu (28/4/2019) dini hari, terjadi pembakaran mobil milik Asnawi tersebut. Karena mengetahui adanya laporan kebakaran hanya dalam rentang waktu tidak bersamaan, polisi langsung turun tangan. Bahkan Polres Jember bekerjasama dengan tim dari Polda Jatim dan tim Labfor Mabes Polri di Surabaya.
Penyelidikan polisi mengarah kepada dua orang pelaku yang akhirnya berhasil ditangkap. Keduanya adalah Nurul Hidayat (35) warga Dusun Ampo Desa Dukuhmencek Kecamatan Sukorambi, dan Toyib (40) warga Desa Suci Kecamatan Panti.
"Pengungkapan ini berdasarkan penyelidikan, juga dukungan dari penyelidikan saintifik dari tim Labfor, temuan barang bukti di lokasi kejadian, juga keterangan saksi," ujar Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo.
Di lokasi kebakaran pertama yakni di bengkel mobil milik Puspo, polisi menemukan selang kecil dan tutup botol air mineral. Selang itu diketahui bukan milik pemilik bengkel. Belakangan diketahui, selang itu milik Toyib yang dipakai untuk menyedot bensin dari sepeda motornya. Bensin itu dimasukkan ke dalam botol air mineral, dan dipakai untuk membakar mobil di bengkel tersebut.
Sedangkan di garasi mobil Asnawi, polisi menemukan sebuah korek dan kaus. Seorang saksi juga melihat sepeda motor yang diduga dikendarai Toyib melintas di depan garasi mobil Asnawi sebelum kebakaran itu terjadi.
Selama dua pekan lamanya, polisi berjibaku memecahkan misteri kebakaran itu. Kasatreskrim Polres Jember AKP Yadwavina Jumbo Qantasson sampai 16 kali untuk menelusuri ketiga lokasi tersebut. Salah satunya, Jumbo mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan pelaku untuk berkendara dari satu lokasi ke lokasi lain.
Dari penelusuran SuryaMalang.com, ketiga lokasi berada dalam satu jalur. Jika mengacu dari lokasi permufakatan kejahatan yang dilakukan di rest area Jubung, maka lokasi yang pertama dituju adalah bengkel milik Puspo.
Dari bengkel, atau lokasi pertama ke lokasi kedua kebakaran (PAUD Al-Ikhlas) hanya berjarak tempuh sekitar 4 - 5 menit, karena kondisi jalan yang tidak mulus. Keduanya masih berada di dalam satu desa yang sama.
Lokasi kedua ke lokasi ketiga berjarak sekitar 2 kilometer yang bisa ditempuh hanya dalam waktu 5 - 6 menit karena jalan raya desa mulus, apalagi jika sepi.
Akhirnya kerja keras polisi selama dua pekan terbayar dengan tertangkapnya dua orang pelaku teror tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/mobil-dibakar-di-dusun-ampo-desa-dukuhmencek-kecamatan-sukorambi-jembe.jpg)