Kabar Blitar

Plt Wali Kota Blitar Merasa Tidak Diajak Bicara Soal Izin Penggunaan Gedung Graha Patria Untuk Bazar

Plt Wali Kota mengaku tidak pernah diajak komunikasi soal pemberian izin penggunaan gedung yang merupakan aset milik Pemkot Blitar itu.

Plt Wali Kota Blitar Merasa Tidak Diajak Bicara Soal Izin Penggunaan Gedung Graha Patria Untuk Bazar
suryamalang.com/Samsul Hadi
Plt Wali Kota Blitar, Santoso

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Pemberian izin penggunaan gedung Graha Patria untuk Bazar Ramadan Ramayana ternyata tanpa sepengetahuan Plt Wali Kota Blitar, Santoso. Bahkan, Santoso mengaku tidak pernah diajak komunikasi soal pemberian izin penggunaan gedung yang merupakan aset milik Pemkot Blitar itu.

"Izin itu yang mengeluarkan Pak Haryono (Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan PTSP). Dan di luar sepengetahuan saya, Pak Sekda, dan BPKAD," kata Plt Wali Kota Blitar, Santoso, Selasa (14/5/2019).

Untuk itu, Santoso menugasi Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Blitar, Suharyono untuk bernegosiasi ulang dengan pihak Ramayana. Sebab, pemberian izin penggunaan gedung itu mendapat protes dari komunitas pedagang di Kota Blitar.

"Pada waktu itu, saya sama sekali tidak diajak komunikasi dan tahu-tahu sudah muncul surat izin yang belakangan muncul masalah. Makanya saya tugaskan Pak Haryono untuk negosiasi ulang ke Ramayana. Saya masih menunggu hasilnya," ujar Santoso.

Menurutnya, ketika ada pengajuan izin seperti itu, pihak PTSP jauh-jauh hari sudah berkomunikasi dengan pimpinan. Dengan begitu pimpinan bisa memberikan saran-saran apakah pemberian izin akan berdampak ke masyarakat atau tidak.

"Kalau seperti ini, ibarat nasi sudah menjadi bubur, lalu saya disuruh mengolahnya kembali menjadi nasi," katanya.

Saat dikonfirmasi masalah itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan PTSP, Suharyono, masih belum mau berkomentar. Dia mengaku masih berkomunikasi dengan pihak Ramayana. Dia juga tidak mau menanggapi pernyataan Plt Wali Kota Blitar, Santoso, yang menyebutkan pemberian izin penggunaan gedung tanpa sepengetahuannya.

"Belum ada keterangan, mohon bersabar. Besok saja kalau sudah clear," kata Suharyono.

Sebelumnya, perwakilan pedagang yang tergabung dalam Masyarakat Kota Blitar Cinta Damai (Mata Rantai) menggelar aksi di depan gedung DPRD Kota Blitar dan Kantor Wali Kota Blitar, Kamis (9/5/2019).

Dalam aksi itu, mereka mendesak Pemkot Blitar agar segera mencabut izin penggunaan gedung Graha Patria yang dipakai untuk Bazar Ramadan Ramayana.

"Kami minta dewan agar mendesak Pemkot Blitar segera mencabut izin penggunaan gedung Graha Patria untuk Bazar Ramadan Ramayana. Bazar itu mematikan toko milik pedagang asli kota," kata Ferry Yuswanto Panase, koordinator aksi. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved