Kabar Madiun

Tokoh Agama Di Kota Madiun Imbau Masyarakat Tolak People Power

Seruan tolak people power dan tindakan inkonstitusional pasca Pemilu 2019, juga dsampiakan oleh kalangan tokoh agama di Kota Madiun.

Tokoh Agama Di Kota Madiun Imbau Masyarakat Tolak People Power
rahadian bagus priambodo
Gedung Balai Kota Madiun 

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Seruan tolak people power dan tindakan inkonstitusional pasca Pemilu 2019, juga dsampiakan oleh kalangan tokoh agama di Kota Madiun.

Seperti yang dikatakan, Ketua FKUB Kota Madiun M Dahlan. Ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dengan ajakan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Madiun, menjelang ditetapkannya presiden dan wakil presiden, hasil dari Pemilu pada 17 Aprik 2019, hendaknya tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, adanya ajakan-ajakan, untuk mengadakan people power, sebab pemilu sudah dilaksanakn secara demokratis sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,"katanya, Senin (13/5/2019).

Ia mengimbau kepada masyarakat Kota Madiun agar mempercayakan pelaksanaan tahapan pemilu ini kepada KPU dan Bawaslu RI. Bagi yang merasa dicurangi dapat menempuh melalui jalur hukum yang berlaku yang tidak melanggar inkonstitusional.

"Mari kita serahkan sepenuhnya, kepada mekanisme yang sudah ada, dan bisa menerima hasil ketetapan yang akan disampaikan pada 22 Mei 2019," katanya.

Begitu juga dikatakan oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Madiun, Mashud. Ia mengatakan, kepada seluruh tokoh lintas agama di Kota Madiun agar tidak terpancing dengan isu tersebut.

Sebaliknya, dia menyarankan agar masyarakat bijak menyikapi persoalan politik nasional. “Percayakan tugas ini kepada KPU dan Bawaslu. Biarkan mereka bekerja sesuai dengan tupoksi mereka,” katanya.

Mashud menambahakn, jangan sampai karena hanya perbedaan pilihan politik hubungan persatuan antar kelompok masyarakat kemudian terpecah.

“Kami mengharapkan masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan adanya isu-isu people power. Jangan sampai bulan Ramadan ini kemudian dikotori dengan pertikaian politik,” imbuhnya. 

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved