Malang Raya

Wali Kota Malang Sutiaji Safari Ramadan ke Pondok Sabilurrosyad Bersama Wawali dan Kapolres

"Kalau ulama dulu, begitu besarnya membentuk toleransi antar umat Islam dan umat beragama. Akhirnya Islam berkembang dengan bagus.

Wali Kota Malang Sutiaji Safari Ramadan ke Pondok Sabilurrosyad Bersama Wawali dan Kapolres
Hayu Yudha Prabowo
Wali Kota Malang, Sutiaji. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Wali Kota Malang Sutiaji melaksanakan Safari Ramadan di Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Jalan Candi 6C Nomor 303, Karangbesuki, Sukun, Kota Malang, Selasa (14/5/2019).

Sutiaji datang bersama Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko dan Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri.

Ratusan jamaah memadati Masjid Sabilurrosyad yang menjadi tempat pelaksanaan salah isya dan tarawih.

Dalam sambutannya, Sutiaji mengatakan agar setiap urusan bisa diselesaikan oleh ahlinya. Jika suatu persoalan tidak diselesaikan oleh ahlinya, maka tinggal menunggu kehancuran.

"Ketika suatu urusan tidak diselesaikan pada yang ahli, maka tunggu kehancurannya. Proses dan tahapan apapun serahkan ke ahli," ujar Sutiaji, Selasa (14/5/2019).

Sutiaji kemudian mengatakan, urusan pemilu juga diserahkan kepada ahlinya yang ditunjuk yakni KPU. Mereka yang telah diberi tanggungjawab untuk melaksanakan tugas pasti telah menguasai apa yang harus dikerjakan.

"Demikian juga masalah pengawasan, serahkan pada yang ahli. Semoga, kalau santri pasti manut pada fatwa dan perilaku kyai," jelasnya.

Di hadapan para santri Ponpes Sabilurrosyad, Sutiaji juga mengajak agar para santri bisa menjadi kepanjangan Kyai. Dengan kata lain, santri bisa turut andil membangun Kota Malang dalam koridor ketentraman dan kedamaian.

"Saat ini banyak berkembang informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Santri ini kepanjangan Kyai. Para santri bisa menjadi pencerah kepada masyarakat yang terkadang mereka terbawa oleh isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," kata Sutiaji.

Sutiaji menceritakan pengalamannya ketika pemilu kemarin. Ia sempat mendapat sebaran informasi tentang pemilih di Kota Malang. Namun ternyata, informasi itu tidak benar. Hanya bertujuan untuk menyebarkan hoaks.

"Diplintir luar biasa, ini sesungguhnya menyesatkan. Saya tahu karena minta data dari Bakesbangpol, ya sudah saya diam saja," ungkapnya.

Sutiaji yang juga alumni santri dari Tambak Beras, Jombang ini mengatakan, para ulama dahulu dapat menyebarkan Islam di nusantara berkat sifat kasih dan sayang. Maka dari itu, ia ingin para santri bisa mencontoh perilaku seperti itu.

"Kalau ulama dulu, begitu besarnya membentuk toleransi antar umat Islam dan umat beragama. Akhirnya Islam berkembang dengan bagus. Amalannya juga terjaga dengan bagus," katanya.

Di akhir, Sutiaji menegaskan bahwa keberadaan ponpes dan para santrinya sangat penting bagi Pemkot Malang dalam kebersamaan membangun kota.

Sutiaji pun menyadari membangun Kota Malang ke depan akan menghadapi banyak tantangan, oleh sebab itu ia mengajak semua komponen untuk bersama-sama membangun, termasuk ponpes dan santri.

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved