Breaking News
Jumat, 17 April 2026

Kota Batu

Sayur Hidroponik di Batu Sepi Peminat Petani

Budidaya tanaman Hidroponik masih terlihat landai untuk kalangan petani di Kota Batu.

Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Petani hidroponik di Kota Batu menunjukkan sayuran lettuce di green house. 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Budidaya tanaman Hidroponik masih terlihat landai untuk kalangan petani di Kota Batu.

Karena selain membutuhkan biaya perawatan yang mahal, ketelatenan dari petani juga sangat dibutuhkan.

Tak jarang beberapa petani memilih untuk tidak meneruskan budidaya tersebut.

Padahal, jika ditelusuri sayur hasil Hidroponik memiliki pangsa pasar tersendiri dengan harga pasaran yang lebih mahal dari sayuran pada umumnya.

Ahmad Marzuki salah satu petani asal Desa Bumiaji, yang masih bertahan menggunakan metode Hidroponik menjelasakan, cocok tanam jenis yang satu ini memang butuh ketelatenan dan keuetan.

Jika tidak, kualitas sayur akan jelek. Ketersediaan air yang harus selalu ada membuat banyak para petani enggan untuk menggiati metode jenis ini.

Selain itu, peralatan yang digunakan juga harus sesuai.

“Hanya sedikit yang bertahan untuk menanam dengan hidroponik,” kata dia, Rabu (15/5/2019).

Menurutnya yang mengembangkan hidroponik sayuran lettuce, ada keuntungan tersendiri dalam memanfaatkan tanaman Hidroponik.

Marzuki yang sudah tiga tahun menanam sayuran jenis kangkung, menggunakan cara hidroponik ini mengaku hasilnya cukup memuaskan.

Dalam sekali panen, sayur kangkung miliknya daunnya lebih hijau dan harganya pun terbilang jauh lebih mahal.

Permintaannya pun banyak di pasaran.

“Kalau jenis sayuran biasa itu biasa dihargai Rp.12-15 ribu. Sayur saya ini bisa laku Rp.20 ribu, ya lumayan sekali,” kata dia.

Dilain hal, pemilik hidroponik di Desa Pesanggrahan, Muhammad Anwar juga mengatakan hal yang sama.

Menurutnya menanam hidroponik ini memiliki keuntungan dan kerugian yang berbeda jika dibandingkan dengan sistem pertanian biasa.

Ia menyebutkan harga untuk instalasi tanaman hidroponik ini Kisaran Rp 100 ribu untuk 6 jenis sayuran.

“Itu untuk istilahnya modal awal hidroponik. Atau bahkan bisa mencapai 10 juta rupiah.”

“Tetapi, untuk yang mudah, bisa kok pakai alat seadanya saja,” kata Anwar.

Sementara untuk harga sayurannya yang siap dikonsumsi, kisaran Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per kilogramnya.

Harga itu sudah diperkirakan dan disesuaikan dengan perawatannya.

Ia menjelaskan, menanam hidroponik sendiri ditahun pertama merupakan tahap perkenalan.

Lalu ditahun kedua dan seterusnya baru bisa dilirik oleh beberapa orang yang memang tertarik sama hidroponik.

“Bicara soal hidroponik jika dijadikan lahan bisnis, ya memang harus mencari untungnya ya.”

“Di hidroponik ini memang bisa dikatakan ketergantungan dengan air. Dan pastinya menghabiskan tenaga listrik dalam jumlah banyak,” paparnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved