Selasa, 28 April 2026

Malang Raya

Suka Dengan Adiknya Sendiri, Diduga Jadi Penyebab Sugeng Stres Dan Sempat Diusir Warga Jodipan

Sejak ditinggal meninggal dunia oleh kedua orangtuanya, Sugeng sering menyenderi. Gangguan jiwa yang diderita Sugeng berawal dari menyukai adiknya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Achmad Amru Muiz
suryamalang.com/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Muhammad Luthfi, Ketua RW 06 Kelurahan Jodipan saat menunjukkan tulisan Sugeng yang terdapat di sebuah rumah kosong yang terletak di Jalan Jodipan Wetan Gang Ill, Blimbing Kota Malang. Kamis (16/5). 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Sugeng Angga Santoso, terduga pelaku mutilasi di Matahari Pasar Besar Kota Malang dianggap memiliki gangguan jiwa oleh warga Jodipan, Kota Malang.

Sugeng yang dulunya adalah penduduk Jodipan kini harus hidup sebatang kara karena telah ditinggal oleh sanak saudaranya.

Sejak ditinggal meninggal dunia oleh kedua orangtuanya, Sugeng sering menyenderi.

Gangguan jiwa yang diderita Sugeng berawal dari Sugeng yang menyukai adiknya sendiri.

Hal itu dijelaskan oleh Narto (51) tetangga Sugeng sewaktu tinggal di Jodipan dulu.

Narto mengatakan, warga dari dulu sudah curiga dengan gerak-gerik Sugeng yang aneh ketika bersama adiknya.

Dicontohkan Narto, sewaktu sedang berada di rumah, tingkah laku Sugeng seperti bukan sebagai kakak.

6 Gelagat Sadis Sugeng Pelaku Mutilasi Pasar Besar Kota Malang
6 Gelagat Sadis Sugeng Pelaku Mutilasi Pasar Besar Kota Malang (Kolase SURYAMALANG.COM)

Namun lebih seperti pacar dan Sugeng selalu menempel adiknya terus ke mana-mana.

"Dulu kalau di rumahnya itu sudah kayak pacarnya sendiri.

Tiap kali adiknya Sugeng ini bawa pacar, mesti selalu konflik dengan Sugeng.

Dan itu terjadi berulang kali," ucap Narto kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (16/5).

Meski demikian, Narto tidak ingat kapan persisnya kejadian tersebut.

Narto juga tak ingat nama dari adiknya Sugeng, karena sempat dipindahkan dari Jodipan.

"Kejadian itu sudah lama, Sugeng akhirnya dipisahkan dengan adiknya oleh kedua orang tuanya.

Sejak saat itu Sugeng tidak pernah bertemu lagi dengan adik perempuannya itu," ucap Narto.

Sementara itu, warga Jodipan yang namanya tidak mau disebutkan menjelaskan, Sugeng ini dulunya adalah seorang penjahit.

Namun setelah itu dirinya keluar sebagai penjahit dan menjadi pengangguran

Meski begitu, Sugeng dikenal sebagai pribadi yang kreatif. Sebab dirinya suka menulis dan membuat klipingan dari koran-koran bekas.

"Dulu dia pintar jahit. Terus suka bikin klipingan dari koran bekas juga," tandasnya.

 7 Gelagat Sadis

Berikut tujuh Gelagat sadis Sugeng pelaku mutilasi perempuan yang ditemukan di eks gerai Matahari Pasar Besar Kota Malang yang sudah terlihat sebelumnya.

Sebelum menjadi pelaku mutilasi, diketahui Sugeng Angga Santoso memiliki masa lalu yang kelam.

Mulai dari aksi sadis pukul ayahnya sendiri dengan palu hingga mengidap penyakit gangguan mental turunan.

Bahkan Sugeng sempat diusir dari lokasi dirinya tinggal sebelumnya karena sering buat onar sampai lakukan aksi bakar rumah.

Berikut enam gelagat sadis Sugeng (49) pelaku mutilasi perempuan di Pasar Besar Kota Malang yang berhasil SURYAMALANG.COM himpun.

1. Aksi Bakar Rumah

Sebelum dikenal karena aksi sadisnya dalam memutilasi seorang perempuan di Pasar Besar Kota Malang, sebelumnya Sugeng (49) diketahui pernah mencoba melakukan aksi bakar rumah.

Diketahui sebelumnya jika Sugeng merupakan warga Jodipan, Kota Malang, sebelum akhirnya diusir oleh masyarakat lantaran gelagatnya yang dirasa membahayakan.

Sugeng, terduga pelaku mutilasi di Kota Malang, sesaat setelah ditangkap anggota polisi, Rabu (15/5/2019).
Sugeng, terduga pelaku mutilasi di Kota Malang, sesaat setelah ditangkap anggota polisi, Rabu (15/5/2019). (Polres Malang Kota)

Saat masih tinggal di Jodipan, Sugeng kerap mencoret-coret tembok dan berkeliaran sembari membawa barang-barang tajam.

Saat masih tinggal disana juga, Sugeng dikenal sebagai orang yang memiliki gangguan jiwa.

Berdasarkan kesaksian Narko (51), yang dulu tetangga Sugeng mengatakan, Sugeng pernah membakar rumahnya sewaktu masih tinggal di Jodipan.

"Sugeng ini dari dulu selalu bikin gempar warga. Bahkan, Sugeng juga pernah diusir dari sini (Jodipan) sekitar 7-8 tahun lalu," ujarnya.

2. Potong Lidah Pacar

Gelagat sadir Sugeng (49) bukan kali ini saja terlihat saat dirinya terciduk sebagai pelaku mutilasi Pasar Besar Kota Malang.

Sebelumnya, menurut kesaksian mantan tetangga Sugeng yang tinggal di Jodipan, pria berusia 49 tahun tersebut pernah melakukan aksi sadis lainnya yaitu memotong lidah kekasihnya.

3. Pukul Ayah Pakai Palu

Selain aksi mutilasi dan memotong lidah pacar, Sugeng pun diketahui telah melakukan aksi sadis lainnya.

Kali ini melibatkan anggota keluarganya sendiri yaitu ayahg Sugeng.

Menurut keterangan Narko, Sugeng pernah memikil kepala ayahnya menggunakan palu.

4. Penyakit (Gila) Turunan

Narko yang merupakan mantan tetangga Sugeng yang rumahnya berdempetan paham betul dengan kondisi dan gelagat Sugeng.

Narko mengatakan jika sejak dulu Sugeng memiliki kelainan penyakit (gila) turunan.

Ternyata tak hanya Sugeng yang mengalami ini, namun juga beberapa anggota keluarganya yang lain juga memiliki penyakit dan sifar aneh seperti sugeng.

"Amit sewu, sepertinya gangguan ini sudah menggaris di keluarganya. Buktinya keluarganya saja sudah tidak tahu menahu," ungkap Narko.

Pelaku Pembunuhan dan Mutilasi di Pasar Besar Kota Malang saat ditangkap polisi, Rabu (15/5/2019)
Pelaku Pembunuhan dan Mutilasi di Pasar Besar Kota Malang saat ditangkap polisi, Rabu (15/5/2019) (Polres Malang Kota)

Sementara itu, Muhammad Luthfi (46), Ketua RW 06 Kelurahan Jodipan juga mengatakan jika Sugeng memiliki penyakit aneh ini merupakan keturunan.

Menurut Lutfi, Sugeng memiliki keluarga yang banyak namun kebanyakan juga memiliki kelainan aneh seperti Sugeng.

"Keluarga Sugeng ini banyak, namun kebanyakan ya amit sewu, memiliki kelainan juga. Seperti yang dialami Sutoyo, kakak Sugeng yang sudah tidak mau tau lagi dengan tetangga kanan kiri," ucap Luthfi.

5. Pernah Masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ)

Selama menjadi tetangganya dulu, Narko merasa jika Sugeng selalu membuat ulah.

Dirinya pernah melaporkan Sugeng pada pihak kepolisian pada tahun 2011 lantaran Sugeng pernah hampir membakar rumahnya.

Namun, pihak kepolisian tidak menangkap Sugeng lantaran dirinya pernah masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang yang membuat polisi enggan untuk menangkap Sugeng.

"Sugeng ini kalau berbicara sama orang normal modelnya seperti orang gila. Tapi, kalau pihak Rumah Sakit Jiwa yang mengajak berbicara dia kayak orang normal. Itu yang membuat RSJ tidak membawanya," terang Narko.

6. Sering Bersliweran di Jalanan

Sementara itu, Muhammad Luthfi (46), Ketua RW 06 Kelurahan Jodipan mengatakan, bahwa Sugeng dulu merupakan warga Jodipan.

Sugeng dulu tinggal bersama keluarganya di Jodipan bersama dengan kedua orang tuanya.

Setelah rumah yang ditinggali Sugeng dibeli oleh ayahnya Lutfhi, Sugeng akhirnya meninggalkan Jodipan.

"Sekitar 7-8 tahun lalu, rumahnya Sugeng dibeli ayah saya. Saya juga tidak tahu, kenapa rumah itu sampai dibeli. Setelah itu, keluarga Sugeng entah tinggal di mana," ucapnya.

Sejak saat itu, Sugeng jarang sekali terlihat bersliweran di kampung.

Sugeng lebih banyak terlihat di pinggir jalan, tepatnya di daerah Jalan Gatot Subroto hingga sekitaran Pasar Besar.

7. Tulisan-Tulisan Tak Bermakna

Setelah lama berseliweran di jalanan, baru sejak lima bulan belakangan Sugeng diketahui kembali terlihat di daerah Jodipan.

Hal ini juga dibenarkan oleh ketua RW di sana, Lutfi.

Dia tidur di samping rumah kosong yang terletak di Jalan Jodipan Wetan Gang Ill RT 02 RW 06.

Di rumah itu pula, Sugeng menulis beberapa tulisan aneh.

Termasuk menyebut nama tuhan dan nama beberapa keluarganya.

Kata Lutfhi, Sugeng juga sering berinteraksi dengan anak-anak kecil.

Dia suka menyapa anak-anak, dan anak-anak di sini juga tidak ada yang takut sama Sugeng karena sering diajak bercanda.

Lutfhi mengaku, bahwa di setiap tulisan yang Sugeng tulis di tembok seperti ada kata-kata dendam.

Muhammad Luthfi, Ketua RW 06 Kelurahan Jodipan saat menunjukkan bekas rumah Sugeng yang terletak di Jalan Jodipan Wetan Gang Ill RT 04 RW 06, Blimbing Kota Malang, kamis (16/5/2019)
Muhammad Luthfi, Ketua RW 06 Kelurahan Jodipan saat menunjukkan bekas rumah Sugeng yang terletak di Jalan Jodipan Wetan Gang Ill RT 04 RW 06, Blimbing Kota Malang, kamis (16/5/2019) (SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah)

"Entah itu dendam dengan warga, keluarganya, atau merasa seperti dikucilkan setelah diusir oleh warga," terangnya.

Luthfi yang juga pedagang di Pasar Besar Kota Malang ini, sudah menduga jika pelakuny Sugeng ketika melihat tulisan yang ditulis pelaku mutilasi.

Menurut Luthfi, font yang ditulis di tulisan itu, dan kata-kata yang ada ditulisan itu hampir mirip dengan yang ditulis pelaku mutilasi.

"Saya sudah menduga kalau pelakunya itu Sugeng. Karena setiap hari kalau saya ke masjid pasti melewati rumah yang ditinggali sugeng. Jadi saya tahu persis," ucapnya.

Di rumah yang kini ditinggali Sugeng itu juga terdapat beberapa tulisan yang dibuat oleh Sugeng.

Sedikitnya ada dua tulisan besar dan beberapa tulisan kecil yang di tulis di tembok putih itu.

Sejumlah tulisan itu bertuliskan:

"Dendam sang arwah, Sugeng Angga Santoso"

"Melalui para utusan Allah SWT besok kalau aku mati, pembalasannya lebih kejam"

Rumah yang ditinggali Sugeng itu merupakan rumah kosong dan Sugeng biasa tidur di samping rumah tersebut.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved