Kabar Blitar

Ada Yang Meninggal Dan Pindah, Penerima Beras Sejahtera Di Kota Blitar Berkurang 190 Orang

Berkurangnya jumlah penerima rastrada di Kota Blitar karena adanya Perwali baru tentang teknis penyaluran rastrada.

Ada Yang Meninggal Dan Pindah, Penerima Beras Sejahtera Di Kota Blitar Berkurang 190 Orang
suryamalang.com/Samsul Hadi
Plt Wali Kota Blitar, Santoso ketika membagikan rastrada ke warga pada tahun lalu. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Jumlah penerima beras sejahtera daerah (Rastrada) di Kota Blitar berkurang sekitar 190 orang pada 2019 ini. Penyebabnya, sebagian penerima rastrada sudah meninggal dan sebagian lagi pindah tempat tinggal.

Data dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar menyebutkan, jumlah penerima rastrada pada 2019 ini ada 11.434 orang. Sedangkan, pada 2018, jumlah penerima rastrada mencapai 11.624 orang. Dibandingkan tahun lalu, ada penurunan jumlah penerima rastrada sebanyak 190 orang pada tahun ini.

Otomatis alokasi anggaran untuk pengadaan rastrada pada tahun ini juga turun jika dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun ini, Pemkot Blitar mengalokasikan anggaran sekitar Rp 15,6 miliar untuk pengadaan rastrada. Sedangkan pada 2018, Pemkot Blitar mengalokasikan anggaran sekitar Rp 16,7 miliar untuk pengadaan rastrad.

"Tahun ini, jumlah penerima Rastrada turun sekitar 190 orang," kata Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Blitar, Jito Baskoro, Jumat (17/5/2019).

Jito mengatakan, berkurangnya jumlah penerima rastrada karena ada Perwali baru tentang teknis penyaluran rastrada. Dalam Perwali Nomor 7 Tahun 2019 itu menyebutkan penerima rastrada yang sudah meninggal dan pindah tempat tinggal tidak boleh diganti langsung.

Hal itu berbeda dengan aturan sebelumnya. Dalam aturan sebelumnya, Pemkot Blitar masih memberi kelonggaran untuk penerima rastrada yang meninggal dan pindah tempat tingg masib bisa dialihkan ke ahli waris atau keluarga lainnya. Dengan cara mengusulkan mulai dari RT, RW, sampai kelurahan. "Kalau dulu masih bisa dialihkan ke ahli waris, sekarang sudah tidak bisa lagi," ujar Jito.

Penerima rastrada masing-masing mendapat jatah beras 10 kilogram per bulan. Tetapi, penyaluran rastrada sendiri dilakukan sebanyak tiga tahap tiap empat bulan sekali. Penyaluran rastrada tahap pertama pada 2019 ini juga belum dilakukan. Diperkirakan penyaluran rastrada tahap pertama dilakukan pada akhir Mei 2019.

"Proses lelang pengadaannya sudah selesai. Tinggal menunggu jadwal pembagian saja. Mudah-mudahan bisa akhir Mei ini. Pembagiannya langsung lewat masing-masing kelurahan," ujarnya.

Selain rastrada, Dinsos juga mempersiapkan bingkisan Lebaran untuk warga miskin. Bingkisan lebaran yang disiapkan sebanyak jumlah penerima rastrada, yaitu, 11.434 orang. Alokasi anggaran untuk pengadaan bingkisan Lebaran bagi warga miskin sekitar Rp 1,5 miliar.

"Isi bingkisannya berupa minyak, gula, roti, dan sirup. Biasanya, bingkisan Lebaran akan dibagikan minggu terakhir puasa," ujarnya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved