Kabar Gresik

Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman Menolak People Power

Rencana aksi People Power kembali menadapat penolakan, kali ini giliran Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman (Formagam).

Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman Menolak People Power
TribunJatim.com/Willy Abraham
Forum Masyarakat Gersik Pecinta Keberagaman menolak aksi people power. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Willy Abraham

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Rencana aksi People Power kembali menadapat penolakan, kali ini giliran Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman (Formagam). Formagam meminta pihak siapapun yang tidak puas Pemilu 2019 untuk menempuh jalur hukum.

Menyikapi wacana tersebut, Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman (Formagam) mengajak semua warga Kabupaten Gresik bersabar menunggu hasil resmi Pemilu 2019 dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ajakan tersebut disuarakan tokoh Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman (Formagam) Kabupaten Gresik Djoko Pratomo.

Bersama anggota lainnya yang tergabung dalam Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman, Donni Siburian (Kristen Protestan), Kusno (Hindu), Kjoe Kian (Budha), Hari Rsty (Kristen), Sofwul Widad (Islam), Made Sri Sedari (Hindu).

"Gerakan people power tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan gangguan terhadap situasi keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang saat ini kondusif dan dianggap berpotensi memecah-belah bangsa," ujar Ketua Formagam, Djoko Pratomo, Jum'at (17/5/2019).

Lanjut Djoko, berjalannya Pemilu harus kembali kepada Undang-Undang (UU) 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

Ia menjelaskan bahwa yang menyelenggarakan Pemilu 2019 ialah KPU dan yang mengurus pelanggaran administratif Pemilu 2019 adalah Bawaslu, serta ada Sentra Gakumdu yang terdiri dari Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan.

Sehingga, semua proses harus berdasarkan Undang-Undang. Dirinya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Gresik supaya tidak terpengaruh atas ajakan people power tersebut.

"Mari kita imbau agar warga masyarakat Gresik tidak ada yang mengikuti people power, apabila merasa tidak puas atau mendapati kejanggalan atas proses pemilu serentak tahun 2019, biarkan untuk menempuh jalur hukum. Jangan kotori bulan suci ramadhan dengan kegiatan yang dapat memecah belah persatuan bangsa," pungkasnya.

Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved