Kabar Kediri

Hemat Biaya Listrik, Ponpes Wali Barokah Kota Kediri Bangun PLTS Senilai Rp 10,2 Miliar

Ponpes Wali Barokah Kota Kediri mengawali penggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau solar cell di atap bangunan pondok.

Hemat Biaya Listrik, Ponpes Wali Barokah Kota Kediri Bangun PLTS Senilai Rp 10,2 Miliar
suryamalang.com/Didik Mashudi
Sejumlah pekerja pemasangan solar cell PLTS di atap bangunan Ponpes Wali Barokah Kota Kediri berukuran 41 meter x 40 meter. 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Ponpes Wali Barokah Kota Kediri mengawali penggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau solar cell di atap bangunan pondok. Jika PLTS beroperasi penuh bakal mampu menghasilkan listrik 521.000 KWh.

Ketua Tim Enginer Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Ponpes Wali Barokah, Ir Horisworo menjelaskan, PLTS yang ada di Ponpes Wali Barokah merupakan PLTS terbesar di luar milik pemerintah atau badan negara.

"Kapasitasnya 1.066.000 watt pic satuan solar panel atau setara dengan 220.000 watt," ungkap Horisworo, Kamis (16/5/2019).

Meski menghasilkan tenaga listrik yang sangat besar, namun tidak sampai memutus sambungan listrik PLN. Sesuai ketentuan sebagai pelanggan PLN, maka harus disisakan 40 persen.

Ada tiga gardu yang memasok listrik ke Ponpes Wali Barokah. Dengan dipasangnya PLTS, sejak Oktober 2018 pembayaran rekening listrik setiap bulan turun sekitar Rp 50 juta - Rp 60 juta per bulan. "Penurunannya sangat signifikan," ungkapnya.

Pembangunan PLTS untuk biaya konstruksi mencapai Rp 3,1 miliar. Kemudian bangunan instalasi PLTS mulai solar panel dan perangkatnya serta baterai Rp 7,1 miliar. Luasan panel solar cell yang terpasang sendiri berukuran 41 meter x 40 meter.

Sesuai garansi dari pembuat solar panel mampu bertahan sampai 25 tahun. Ada 40 baterai untuk menyimpan energi setara dengan 50.000 watt. "Usia teknis baterai mencapai 5 tahun," jelasnya.

Dijelaskan Horisworo, penggunaan PLTS sekaligus menjadi syiar agama, kalau di Ponpes Wali Barokah tidak hanya belajar ilmu akhirat, Al Quran dan hadis, tapi juga memanfaatkan teknologi kekinian. "Teknologi ini mempunyai sustainable sistem yang ramah lingkungan," ujarnya.

Ada sekitar 12 personel yang secara rutin melakukan perawatan. "Dengan kondisi rate PLN saat ini dengan investasi Rp 7 miliar sudah balik modal dalam waktu 5 tahun," jelasnya.

Energi terbesar yang dipergunakan di Ponpes Wali Barokah untuk mesin pompa, penerangan, lift dan peralatan IT di kantor dan rumah guru serta pengurus.

Sementara KH Sunarto, Pimpinan Ponpes Wali Barokah menyebutkan, ide membangun PLTS supaya kebutuhan tenaga listrik dapat terpenuhi sepanjang tahun.

"Namun terkadang listrik yang digunakan tidak memenuhi harapan. Kami berusaha mencari tenaga alternatif dan dianugerahi Pembangkit Listrik Tenaga Surya," jelasnya.

Selain itu dengan dibangunnya PLTS ada keinginan kedepan ada kemandirian untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik. "Kami juga ingin ponpes berkontribusi lebih banyak untuk nusa dan bangsa. Salah satunya mengurangi dampak negatif dari pemanasan bumi," jelasnya.

Dari operasional PLTS telah dapat menghemat biaya listrik sekitar 40 persen. "Rata-rata setiap bulan sebelum ada PLTS biaya listrik di kisaran Rp 150 juta per bulan. Setelah ada PLTS ada penghematan sekitar Rp 50 juta - Rp 60 juta per bulan," jelasnya.

Cara Raisa dan Hamish Daud Manjakan Anak Spesial, Katanya: Gak Terlalu Nyaman untuk Share

Nia Ramadhani Suka Makan Makanan Berlemak jika di Rumah, Lalu Langsing Pakai Cara Gampang Begini

Inul Daratista Bagikan Parcel Berupa Tas Dior & Louis Vuitton untuk Karyawan: Malu Kasih Kue Nastar

Pantesan Ibu ini Ngotot di Pesawat Minta Maskapai Tunggu Putrinya, Alasannya Bikin Penumpang Geram

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved