Kabar Surabaya

Operasi Pangan Ramadhan, Polrestabes Surabaya Gerebek Home Industri Jamu Ilegal Di Probolinggo

Penggrebekan home industri jamu tersebut pengembangan dari tangkapan dua mobil pick up membawa lima ribu botol jamu ilegal di Tol Satelit Surabaya.

Operasi Pangan Ramadhan, Polrestabes Surabaya Gerebek Home Industri Jamu Ilegal Di Probolinggo
TribunJatim.com/Nur Ika Anisa
Polrestabes Surabaya menggagalkan pengiriman ribuan botol jamu ilegal di jalan Tol Satelit, Surabaya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Operasi pangan bulan ramadhan, Polrestabes Surabaya menggrebek home industri jamu ilegal di Tongas Probolinggo.

Rumah tersebut sebagai tempat memproduksi ribuan jamu ilegal. Penggrebekan tersebut pengembangan tangkapan dua mobil pick up membawa lima ribu botol jamu ilegal di Tol Satelit.

“Kita kirim anggota ke sana (Probolinggo) untuk mencari pemilik minuman tersebut. Karena saat penangkapan, yang diamankan hanya sopirnya saja, bukan pelaku utama,” kata Kanit Tipidek Polrestabes Surabaya, AKP Teguh Setiawan, kamis (16/5/2019).

Pihaknya berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Probolinggo mendatangi rumah pemilik minuman jamu tersebut.

Dari penggledahan, polisi juga menemukan alat pembuat minuman yang masih menggunakan tungku serta penyulingan bahan herbal. Setiap harinya usaha tersebut dapat memproduksi seratus botol yang dijual per botol sekitar Rp 20 ribu.

"Pabriknya hanya di Probolinggo, peredarannya Pasuruan sekitarnya dan konsumsi terbanyak di Madura. Resepnya ini turun menurun enam tahun. Ini tidak ada ijin edar dan kami cek nomor BPOMnya tidak terdaftar," kata Teguh.

Teguh mengatakan, pihaknya telah menetapkan tersangka yaitu pemilik usaha bernama MD (Marjonlis Dauly).

Marjonlis terjerat pasal 196 juncto pasal 98 ayat 2 dan/atau pasal 197 juncto pasal 106 UU No 36/2009 tentang kesehatan. Meski demikian Teguh mengatakan, MD tidak dilakukan penahanan dengan alasan kesalahan tersangka hanya perizinan.

"Kita juga memiliki ukuran tersendiri mengapa dilakukan atau tidak dilakukan penahanan. Kecuali, tindakan tersangka sampai mengakibatkan korban meninggal. Itu pasti akan kita tahan. Dia cukup kooperatif dan nanti kami bekerja sama dengan Polres Probolinggo untuk pengawasan," tuturnya.

Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved