Kabar Surabaya

Prostitusi Berkedok Warkop di Eks Lokalisasi Dolly, Pengasuh Anak Dilibatkan Layani Pria

Selama satu bulan, Ibnu Aji (25) tak hanya melayani pembeli warkop tempatnya bekerja di kawasan eks lokalisasi dolly Jalan Putat Jaya Surabaya.

Prostitusi Berkedok Warkop di Eks Lokalisasi Dolly, Pengasuh Anak Dilibatkan Layani Pria
SURYAMALANG.COM/Fatkhulalami
ARSIP - Tiga Wanita Penghibur yang diciduk Unit PPA Satreskrim Polretabes Surabaya di Gang Dolly, Minggu (21/1/1/2018) dini hari. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Selama satu bulan, Ibnu Aji (25) tak hanya melayani pembeli warung kopi tempatnya bekerja di kawasan eks lokalisasi Dolly, Jalan Putat Jaya, Surabaya.

Pria asal Jombang ini juga memanfaatkan pekerjaannya dengan menawarkan layanan seksual kepada pria hidung belang.

Ibnu Aji mengaku setiap hari ada sekitar dua orang hingga lima orang yang mampir untuk menikmati layanan prostitusi di bilik kamar warung kopi.

"Untuk sekali main Rp 150 dibagi, kadang saya dapat Rp 30 ribu sampai Rp 100 ribu," kata Ibnu Aji, Kamis (16/4/2019).

Ibnu mengaku, ide sambilan layanan prostitusi itu karena melihat terdapat bilik kamar di warung kopi yang kemudian bekerja sama dengan pemilik warkop, Eko (42).

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni mengatakan, ada beberapa perempuan dewasa ditawarkan kepada pria hidung belang untuk layanan prostitusi berkedok warung kopi.

Di antara korban, Ruth menyebut, ada yang pernah terlibat prostitusi saat Dolly masih buka dan kembali lagi ke kawasan eks lokalisasi Dolly.

"Tergantung ketersediaan per malamnya. Ada (perempuan) yang pemain lama ada juga yang pernah di situ kembali lagi. Kadang perempuannya ready di warkop, kadang ditelepon," katanya.

Saat digrebek, polisi juga mengamankan perempuan yang tak hanya dijajakan untuk layanan prostitusi tetapi juga sebagai baby sitter anak pemilik warung kopi.

"Memang kebetulan perempuan yang kami amankan saat kami grebek itu pegawainya sendiri. Selain melayani seksual juga pengasuh anak di rumah tersangka," katanya.

Dua pelaku, Eko dan Ibnu Aji, harus meringkuk di tahanan Polrestabes Surabaya. Mereka dijerat pasal 2 UU RI no 21 tahun 2007 tentang TPPO dan atau 296 506 KUHP.

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved