Malang Raya

Dinkop Kota Malang Gelar Pelatihan Olah Limbah Kayu

Kepala Dinas Koperasi Kota Malang Tri Widyani menjelaskan, pelatihan itu ditujukan agar UKM naik kelas.

Dinkop Kota Malang Gelar Pelatihan Olah Limbah Kayu
Benni Indo
Kepala Dinas Koperasi Kota Malang Tri Widyani, dan olahan hasil limbah kayu yang berupa kerajinan tangan dipamerkan di lokasi pelatihan. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Kota Malang, Dinas Koperasi Kota Malang menyelenggarakan pelatihan melalui wirausaha baru limbah kayu di Hotel Pelangi, Senin (20/5/2019).

Kepala Dinas Koperasi Kota Malang Tri Widyani menjelaskan, pelatihan itu ditujukan agar UKM naik kelas.

"Kami awali dari mereka yang memiliki usaha baru. Kami bekali bagaimana usaha mereka siap menjadi enterpreneurship," katanya.

Dijelaskan Widyani, kelemahan pelaku UKM di Kota Malang di antaranya kelemahan akses modal, legalitas, produk berkualitas lemah, dan pemasaran lemah.

"Dari situlah Dinas Koperasi Kota Malang selalu memberikan pemberdayaan. Kami tahu ini bergerak di sektor Griya," kata Widyani.

dipaparkan Widyani, para peserta adalah pelaku usaha yang masih baru merintis. Dengan adanya pelatihan usaha baru di limbah kayu ini, diharapkan mereka bisa menangkap peluang, pasalnya peluang usahanya bagus.

"Jadi bagaimana memanfaatkan bahan bekas bisa punya nilai jual. Bahan dasar kayu ini kami dapatkan ketika mengikuti pameran. Ternyata salah satu produk ini diminati di pasar sehingga kami melakukan perluasan," ujarnya.

Sementara itu, Irfan Fatoni dari Klinik Bisnis Dinkop Kota Malang menerangkan ada 70 peserta yang diundang. Kriterianya adalah para peserta belum pernah mengikuti pelatihan uang diselenggarakan Dinkop.

"Kenapa begitu agar fasilitas merata dinikmati oleh warga," ujar Fatoni.

Kata Fatoni, sebetulnya ada sentra pengolahan kayu di Kota Malang, seperti di Kemirahan. Oleh sebab itu, potenai tersebut harus dikembangkan. Maka pelatihan limbah kayu dinilainya tepat.

"Selama ini limbah digunakan untuk bahan bakar dan sebagainya, tapi tidak berpikir untuk dibuat kerajinan tangan. Kami datangkan juga asosiasi pengrajin Kota Malang agar peserta berjejaring," terangnya.

Dinkop akan terus memantau perkembangan peserta pelatihan setelah selesai pelatihan. Pemantauan itu untuk melihat perkembangan mereka setelah mendapatkan materi. (Benni Indo/adv)

Tags
Malang
Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved