Kabar Tulungagung

Empat Orang Pengedar Narkoba Di Tulungagung Dibekuk Polisi, Dikendalikan Buruh Bangunan

Polisi menyita satu poket sabu-sabu dan 1.050 butir dobel L, empat ponsel berbagai merek dan uang tunai Rp 1.000.000.

Empat Orang Pengedar Narkoba Di Tulungagung Dibekuk Polisi, Dikendalikan Buruh Bangunan
Google
ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Jajaran Unit Reskrim Polsek Tulungagung menangkap empat orang, yang diduga terkait peredaran gelap narkoba.

Mereka adalah Iswanto (37) warga Desa Sumberagung, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, Samsul Huda (33) alias Kentung warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bandung, Doni Pujianto (26) alias Doglek warga Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu dan Dian Aris Jatmiko (34) warga Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu.

Polisi menyita satu poket sabu-sabu dan 1.050 butir dobel L, empat ponsel berbagai merek dan uang tunai Rp 1.000.000.

“Empat terduga pelaku ini berasal dari jaringan yang berbeda,” kata Kasubag Humas Polres Tulungagung, AKP Sumaji, Minggu (19/5/2019).

Para pelaku ditangkap pada Jumat (17/5/2019). Iswanto yang ditangkap pertama, pada pukul 17.00 WIB di Jalan Raya Desa/Kecamatan Ngunut.

Iswanto diduga mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu. Namun polisi belum berhasil mengembang ke jariangannya.

Sekitar pukul 22.00 WIB polisi menangkap Kentung di Desa Gempolan, Kecamatan Pakel. Saat itu Kentung kedapatan membawa 50 butir pil dobel L. “Saat diperiksa, Kentung mengaku mendapat barang dari DAJ (Dian Aris Jatmiko),” sambung Sumaji.

Lewat Kentung, polisi memancing Aris agar keluar. Lewat ponsel milik Kentung, polisi minta kiriman pil dobel L. Jebakan itu membuahkan hasil. Aris mengirim Doglek sebagai kurir untuk mengantar pesanan itu.

Polisi menangkap Doglek pada sekitar pukul 23.00 WIB di Jalan Desa Karangrejo, Kecamatan Boyolangu. “Ternyata Aris berada tidak jauh dari lokasi, saat Doglek mengirim pil dobel L,” ungkap Sumaji.

Aris ditangkap tidak lama setelah Doglek ditangkap. Doglek mengaku sudah tiga kali diperintah Aris, mengirim piil dobel L ke Kentung. Setiap kali pengiriman, Doglek mendapat upah Rp 50.000. Sementara Aris merupakan pemain lama.

Ia mengaku, pil dobel L didapat dari B, seseorang asal Blitar. Pil ini dibeli dengan harga Rp 700.000 untuk 1000 butir. “Dia langsung jual ke Kentung dengan harga Rp 900.000 per 1000 butir. Jadi dia sudah untung Rp 200.000,” ujar Sumaji.

Aris diketahui bekerja sebagai buruh bangunan. Dia juga mengkonsumsi narkoba dengan alasan untuk  Masih menurut Sumaji, empat orang ini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved