Arema Malang

Kericuhan Laga PSS Sleman Vs Arema FC Berujung Denda Rp 275 Juta dan Penutupan Tribune Selatan

Kericuhan pertandingan antara PSS Sleman vs Arema FC di pekan pertama Liga 1 2019 berbuntut denda sebesar Rp 275 juta.

Editor: Zainuddin
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Bentrok suporter di stadion Maguwoharjo Sleman membuat pertandingan PSS Sleman Vs Arema FC dihentikan di menit 30. 

Laporan wartawan : Aminatus Sofya, dan Dya Ayu

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Kericuhan pertandingan antara PSS Sleman vs Arema FC di pekan pertama Liga 1 2019 berbuntut denda sebesar Rp 275 juta.

Kericuhan itu juga berbuah sanksi berupa penutupan tribune selatan di empat laga home PSS Sleman.

Baik PSS Sleman maupun Arema FC sama-sama kena denda.

PSS Sleman sebagai tuan rumah kena denda sebesar Rp 50 juta karena gagal memberi rasa aman dan nyaman terhadap pemain, ofisial, perangkat pertandingan, dan penonton.

PSS juga kena denda sebesar Rp 150 juta karena suporter PSS Sleman menyalakan flare, kembang api, petasan, dan terlibat saling lempar dengan suporter Arema FC sehingga pertandingan terhenti selama 55 menit.

Sedangkan Arema FC sebesar Rp 75 juta karena suporter Arema FC terlibat saling lempar dengan supporter PSS Sleman sehingga pertandingan terhenti selama 55 menit.

Arema FC mengajukan banding atas sanksi yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI tersebut.

“Seharusnya Panpel PSS Sleman yang didenda lebih berat karena gagal memberi rasa aman bagi tim tamu,” kata CEO Arema FC, Agoes Soerjanto kepada SURYAMALANG.COM, Senin (20/5/2019).

Menurutnya, Aremania telah memenuhi persyaratan Panpel PSS Sleman yang memberi kuota 2.000 bagi suporter tamu untuk hadir di Stadion Maguwoharjo.

Sebelum bertolak ke Sleman, Aremania juga koordinasi dengan Panpel terkait teknis keberangkatan dan tiket.

“Meskipun Ramadan, mereka (Aremania) bergembira menyambut bergulirnya Liga 1 2019, dan datang untuk memeriahkan pembukaan dan mendukung timnya,” ucap Agoes.

Arema FC menilai Panpel PSS Sleman tidak dapat menjamin keamanan supporter tamu pada titik tertentu yakni lorong tribun, area parkir, sampai tribune khusus Aremania.

Agoes menganggap panpel gagal menguasai keadaan bahkan menyebabkan jatuhnya korban dari Aremania saat kerusuhan antar suporter terjadi.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved