Malang Raya

Mendadak Sakit, Pendaki Berpaspor Amerika Serikat Meninggal Saat Mendaki Gunung Semeru

Seorang pendaki bernama Prasetio Tjondro (62) berpaspor Amerika Serikat meninggal dunia saat berada di Ranu Kumbolo, Gunung Semeru.

Mendadak Sakit, Pendaki Berpaspor Amerika Serikat Meninggal Saat Mendaki Gunung Semeru
Antara
Gunung Semeru 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Seorang pendaki bernama Prasetio Tjondro (62) berpaspor Amerika Serikat meninggal dunia saat berada di Ranu Kumbolo, Gunung Semeru. Prasetio meninggal karena sakit.

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Sarif Hidayat menjelaskan, kronologi peristiwa itu. Pada Jumat, 17 Mei 2019 rombongan berjumlah 21 orang dibagi menjadi 3 Tim berencana mendaki di Gunung Semeru.

Masing-masing tim beranggotakan 7 orang di dampingi porter dan guide. Dari 21 anggota rombongan tersebut salah satunya atas nama Lili yang berada di tim kedua berprofesi sebagai dokter.

Prasetio berada di tim pertama. Pada pukul 10.11 WIB rombongan tim pertama telah menyelesaikan administrasi (simaksi) pendakian di Kantor RPTN Ranupani Seksi PTN III Senduro Bidang PTN II Lumajang BB TNBTS dan arahan mengenai pendakian Semeru.

"Didampingi 2 porter dan 1 orang guide, mereka bergerak melakukan pendakian menuju Ranu Kumbolo. Dari ketujuh pendaki tersebut satu orang berpaspor Amerika Serikat atas nama Prasetio Tjondro. Sementara 6 pendaki lain berwarga Negara Indonesia," ujar Sarif, Senin (20/5/2019).

Pada Jumat Pukul 18.00 WIB, rombongan tim pertama tiba di Ranu Kumbolo dan beristirahat mendirikan tenda di dekat shelter Ranu Kumbolo. Pada Sabtu, 18 Mei 2019, Prasetio Tjondro mengeluh sakit perut dan meminta obat diare kepada Lili.

Pukul 19.03 WIB, kondisi Prasetio Tjondro semakin memburuk, sehingga oleh rekan rombongan dan porter dipindahkan ke shelter Ranu Kumbolo untuk menghangatkan badan dan mendapatkan pertolongan pertama sekaligus penanganan lainnya.

"Pukul 22.15 WIB, petugas jaga Resort PTN Ranupani menerima laporan dari salah satu kru pendakian meminta bantuan untuk dilakukan evakuasi," terang Sarif.

Pada Minggu, 19 Mei 2019, pukul 00.28 WIB kondisi Prasetio Tjondro tidak bisa tertolong. Pukul 00.36 WIB diberangkatkan tim untuk evakuasi dari Kantor Resort PTN Ranu Pani sejumlah 6 orang, langsung menuju ke Ranu kumbolo.

"Pukul 02.00 WIB Tim evakuasi tiba di Ranu Kumbolo dan segera bertindak melakukan evakuasi menuju kantor RPTN Ranupani. Pukul 04.55 WIB Tim evakuasi tiba di pos RPTN Ranupani," jelasnya.

Petugas sempat menyemayamkan korban di Mushala yang berada di sekitar Resor Ranu Pani. Kemudian tim kesehatan pos RPTN Ranupani memeriksa untuk memastikan kondisi saat itu.

"Hasilnya betul korban telah meninggal dunia. Personil Resort PTN Ranu Pani lalu menghubungi RSUD Lumajang untuk dilakukan penanganan medis berikutnya, sekaligus memperoleh rekomendasi medis atau kondisi dari pihak RSUD," paparnya.

Pada pukul 06.16 WIB korban dibawa ke RSUD Lumajang. Kemudian korban diberangkatkan ke Yogayakarta. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved