Kabar Madiun

87 Orang dari Surabaya Dicegah di Madiun, Mengaku ke Jakarta untuk Buka Bersama dan Sahur

Rombongan yang berangkat dari Surabaya ini diamankan lantaran diduga akan mengikuti aksi 22 Mei di depan kantor KPU di Jakarta.

87 Orang dari Surabaya Dicegah di Madiun, Mengaku ke Jakarta untuk Buka Bersama dan Sahur
rahadian bagus
Para peserta rombongan dari Surabaya yang akan berangkat ke Jakarta mendengarkan pengarahan dari Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono. 

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Polres Madiun bersama Kodim 0803 mengamankan sebanyak 83 orang yang menaiki dua bus pariwisata saat berhenti di rest area 626 di Saradan, pada Selasa (21/5/2019) dini hari.

Rombongan yang berangkat dari Surabaya ini diamankan lantaran diduga akan mengikuti aksi 22 Mei di depan kantor KPU di Jakarta.

Saat ditanya mereka mengaku ke Jakarta untuk menghadiri acara buka bersama pada 21 Mei 2019, sore ini dan sahur bersama pada 22 Mei 2019 di Jakarta. Namun, mereka tidak mau menyebutkan di mana lokasi kegiatan berbuka puasa dan sahur tersebut.

Humas Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya sekaligus koordinator rombongan, Muhammad Ibnu Mas'ud (44) mengatakan mereka berangkat ke Jakarta untuk memenuhi undanhan Iftor atau buka buasa, dan sahur bersama.

"Ada undangan buka puasa atau iftor. Dari teman-teman berbabagi elemen. Undangannya lewat broadcast WhatsApp, siapa yang mau ikut ya silakan ikut," kata Ibnu saat ditemui di GOR Tunggal Panaluan, Polres Madiun, Selasa (21/5/2018) siang.

Ketika ditanya siapa yang membiayai kegiatan tersebut, termasuk yang menanggung biaya transportasi, dirinya mengaku tidak tahu. Begitu juga ketika ditanya di mana kegiatan berlangsung, dirinya mengaku belum tahu.

"Kami nggak ada biaya, ada donatur, suruh berangkat-berangkat aja, kami juga nggak tahu," katanya.

Ia mengatakan, rencananya ia tinggal di Jakarta selama tiga hingga empat hari. Meski hanya membawa uang Rp 200 ribu, ia tidak khawatir sebab saat ini bulan puasa sehingga banyak yang menawarkan buka puasa dan sahur gratis.

"Sekarang ini kan bulan puasa, kan banyak yang kasih buka puasa dan sahur. Kalau bawa banyak-banyak malah ribet," kata pria yang mengaku lulusan Teknik Sipil UMS ini.

Hal senada dikatakan seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al Hakim (STAIL) Surabaya jurusan Tarbiyah bernama Raya Rayagung (21).

Mahasiswa semester empat ini mengaku mengikuti rombongan ke Jakarta untuk bersilaturahmi dengan seluruh umat muslim di Indonesia.

Ia menuturkan, saat ini adalah bulan Ramadan, waktu yang paling baik untuk memanjatkan doa, apalagi dilakukan secara bersama-sama.

Ketika ditanya apakah dirinya akan mengikuti aksi unjuk rasa 22 Mei di depan kantor KPU di Jakarta, dirinya mengikuti arahan dari pemimpinnya.  "Ya belum tahu, sami'na wa atha'na, tergantung nanti pimpinan," katanya. 

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved