Kabar Tulungagung

Kepala Bappeda Tulungagung Mengaku Sudah Diperiksa KPK, Terkait Dugaan Korupsi Uang Ketok APBD

Dalam perkara ini diduga ada uang ketok palu setiap kali pengesahan APBD dan APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung, sejak tahun 2014 hingga 2018.

Kepala Bappeda Tulungagung Mengaku Sudah Diperiksa KPK, Terkait Dugaan Korupsi Uang Ketok APBD
suryamalang.com/David Yohanes
Kepala Bappeda Tulungagung, Suharto. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan daerah (Bappeda) Tulungagung, Suharto merupakan salah satu yang diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.

Suharto menjadi saksi dalam perkara dugaan korupsi dengan tersangka Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono. Dalam perkara ini diduga ada uang ketok palu setiap kali pengesahan APBD dan APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung, sejak tahun 2014 hingga 2018.

“Saya diperiksa pada Rabu (15/5/2019) kemarin di Jakarta,” ujar Suharto, saat ditemui Senin (20/5/2019).

Suharto mengatakan, dirinya hanya membawa data-data yang diminta penyidik KPK. Selama pemeriksaan, tidak ada pertanyaan yang diajukan penyidik. Sebab, menurutnya, saat itu penyidik hanya memeriksa dokumen yang dibawanya. “Bagaimanapun proses pembuatan APBD semuanya ada di Bappeda,” sambung Suharto.

Suharto memastikan, tidak ada niatan dirinya untuk melakukan markup anggaran di APBD. Namun dirinya juga tidak bisa memastikan, apakah setiap dinas yang menggunakan dana APBD juga ikut melakukan hal yang sama.

Selama di KPK Suharto mengaku tidak merasa tertekan. Sebab penyidik saat itu justru banyak bicara soal pencak silat.

“Misalnya silat tingkat rendah itu seperti apa. Kalau silat yang sudah tingkat tinggi seperti apa,” ucap laki-laki yang menjabat Kepala Bappeda sejak akhir 2016 ini.

Selama di Jakarta, Suharto bersama dengan seorang anggota DPRD Tulungagung, Kmb yang juga diperiksa sebagai saksi. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved