Kabar Blitar

Video Hubungan Intim Menyebar Lewat Gogo Live, Polisi akan Jerat Siapapun yang Sebar Ulang

Pelaku nekat merekam adegan tidak senonoh itu supaya ikatan kekasih antara keduanya tidak terputus. Padahal, keduanya masih belum lama menjalin hubung

Video Hubungan Intim Menyebar Lewat Gogo Live, Polisi akan Jerat Siapapun yang Sebar Ulang
YouTube
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - SP (23), warga Dusun Krajan Desa Bacem Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, ditangkap karena beradegan intim bersama kekasihnya SR yang masih berusia 17 tahun dan disiarkan secara live.

Video itu lalu tersebar di media sosial dan ditonton banyak orang.

Kasubag Humas Polres Blitar Iptu M Burhanuddin mengatakan, YSP ditangkap pada Rabu (15/5/2019) pekan lalu sekitar pukul 02.00 WIB oleh anggota Satreskrim Polres Blitar. Penangkapan itu berdasarkan video yang sudah tersebar.

"Berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa telah beredar video yang bermuatan asusila atau pornografi melalui sosmed, yang diduga dibuat dan disebarkan oleh pelaku melalui aplikasi Gogo Live. Dan video tersebut telah meresahkan masyarakat," kata Burhanuddin, melalui keterangan tertulis, Senin (20/5/2019).

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku mengaku bahwa adegan intim itu dilakukan di rumahnya. Pelaku nekat merekam adegan tidak senonoh itu supaya ikatan kekasih antara keduanya tidak terputus. Padahal, keduanya masih belum lama menjalin hubungan.

"Anggota Satreskrim melakukan penyelidikan dan diketahui bahwa video tersebut oleh pelaku dibuat di rumahnya. Adapun selaku pemeran wanitanya atau korban dalam pembuatan video asusila tersebut masih di bawah umur," ujar dia. Atas kasus itu, polisi menyita barang bukti berupa ponsel yang digunakan untuk membuat video serta kaus pelaku yang dipakai pada saat melakukan adegan intim itu.

Ia mengimbau masyarakat tidak turut menyebarkan ulang video adegan intim yang dilakukan remaja di Blitar.

Menurut dia, ada aturan yang bisa menjerat siapa pun yang mengedarkan video porno. Ancamannya juga cukup berat yakni pidana penjara. "Bisa dikenakan Undang-Undang ITE," ujar Burhanudin. kompas.com

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved