Kabar Pasuruan

Beraksi Di 40 TKP, Tiga Begal Jaringan Antar Kota Dilumpuhkan Buser Polres Pasuruan Kota

Jajaran Polres Pasuruan Kota memamerkan dua pelaku begal dengan kondisi kakinya yang pincang setelah berupaya kabur sehingga ditembak Polisi.

Beraksi Di 40 TKP, Tiga Begal Jaringan Antar Kota Dilumpuhkan Buser Polres Pasuruan Kota
suryamalang.com/Galih Lintartika
Dua dari tiga begal sepeda motor beserta barang bukti yang diamankan Jajaran Polres Pasuruan Kota 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Satreskrim Polres Pasuruan Kota akhirnya mempublish tiga tersangka begal yang ditangkap, Sabtu (18/5/2019) malam di pusat keramaian Kota Pasuruan.

Dalam rilis yang digelar di halaman Mapolres Pasuruan Kota, Rabu (22/5/2019) pagi. Jajaran Polres Pasuruan Kota memamerkan dua pelaku begal dengan kondisi kakinya yang pincang. Keduanya sempat melarikan diri saat ditangkap, sehingga mendapat tembakan dari kepolisian.

Sedangkan, satu tersangka lainnya, masih dalam perawatan medis di rumah sakit. Selain para tersangka yang dipamerkan, polisi juga memamerkan alat - alat yang biasanya digunakan tersangka untuk beraksi. Ada kunci T modifikasi, dan sepeda motor hasil kejahatan.

Dalam rilis kali ini, Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Agus Sudaryatno mengatakan, ketiga tersangka, BR, SD dan RD ini adalah komplotan begal antar kota.

Dari hasil pemeriksaan, ketiganya sudah melalukan aksi hampir di 40 TKP. Dari pengakuan mereka, 20 TKP di Kota Pasuruan, 10 TKP di Kabupaten Pasuruan, dan 10 TKP, di Sidoarjo. Ia menduga, masih ada TKP lainnya yang belum terungkap.

"Kami masih dalami. Termasuk mengejar tiga temannya lainnya yang masih buron. Mereka ini satu kelompok, anggotanya enam orang. Ini kami masih melakukan pengejaran," katanya.

Ia menjelaskan, ketiganya merupakan spesialis begal sepeda motor yang ada di Alfamart dan Indomaret atau pusat perbelanjaan lainnya. Hampir semua aksinya dilakukan disana.

"Mereka memang mengincar para pemilik sepeda motor yang mau parkir di minimarket itu. Kadang pemilik belum masuk pun sepedanya diambil, kadang juga diambil setelah pemiliknya masuk ke dalam minimarket," jelasnya.

Bekal para tersangka dalam melakukan aksinya ini hanya kunci T yang sudah dimodifikasi dan bondet atau bom ikan. Dua bekal yang selalu dibawa keduanya saat melakukan aksinya.

"Kunci T untuk merusak tempat kunci sepeda motornya, dan bondet untuk menakuti korbannya. Semisal korbannya melawan, mereka tak segan melemparkan bondet ke arah pemilik sepeda motor. Dan itu sudah terjadi di beberapa aksinya kemarin," tambahnya.

Ia mengimbau ke masyarakat untuk selalu waspada saat hendak meninggalkan sepeda motornya atau saat memarkikan sepeda motor di mana saja. Ia menyebut, potensi kerawanan bisa saja terjadi di mana saja.

"Selalu waspada, kami juga akan terus waspada untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat Kota Pasuruan. Kami akan tingkatkan pengamanan, anggota akan secara masif kelililng menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, damai dan kondusif," pungkasnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved