Kabar Tulungagung

Bus Antar Provinsi Tak Punya Trayek, Ketahuan Nyasar Penumpang Di Terminal Tulungagung

Petugas gabungan dari Satuan Pelaksana Terminal Bus Gayatri Tulungagung dan Dinas Perhubungan Tulungagung melakukan ramp check semua bus.

Bus Antar Provinsi Tak Punya Trayek, Ketahuan Nyasar Penumpang Di Terminal Tulungagung
suryamalang.com/David Yohanes
Petugas teknis Kementerian Perhubungan memeriksa sabuk pengaman, di salah satu armada di Temrinal Tipe A2 Gayatri Tulungagung. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Petugas gabungan dari Satuan Pelaksana Terminal Bus Gayatri Tulungagung dan Dinas Perhubungan Tulungagung melakukan ramp check semua bus yang berangkat dari terminal, Rabu (22/5/2019).

Semua bus yang hendak berangkat diperiksa secara detail, mulai fungsi semua lampu, rem, wiper, tempat duduk, kondisi roda, hingga alat pemadan api ringan (Apar).

Sementara petugas teknis memeriksa kondisi kendaraan, ada petugas lain yang memeriksa kelengkapan surat berkendara. Hasilnya sebuah bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) ketahuan tidak mempunyai trayek.

Bus jurusan Bandar Lampung, Provinsi Lampung ini pun ditilang. “Yang dibawa adalah (surat) trayek cadangan. Jadi kami tidak tahu sebenarnya bus ini jalurnya kemana,” ucap Plt Kepala Terminal Tipe A2 Gayatri Tulungagung, Dukut Siswantoyo.

Namun bus ini tidak dikandangkan, dan boleh melanjutkan perjalanan setelah tilang. Dukut menjelaskan, tidak ada bus lain yang ke arah Bandar Lampung. Jika penumpang diturunkan, maka mereka yang akan protes dan juga menjadi korban.

“Kalau kami turunkan, mereka mau naik apa? Tidak ada alternatif kendaraan lain dari sini,” ujar Dukut.

Dikatakan Dukut, seandainya bus tersebut jurusan Jakarta, pihaknya akan menurunkan penumpang dan mengandangkan bus. Sebab ada banyak bus lain yang ke arah Jakarta. Sering kali kelemahan ini yang dimanfaatkan bus nakal ini.

Mereka yakin tidak akan dikandangkan dan hanya dikenakan tilang. Karena itu mereka nekat berangkat dengan trayek cadangan. Jika ditilang, mereka tahu hanya membayar biaya ringan, sekitar Rp 250.000.

“Makanya setiap pelanggaran seperti ini kami laporkan langsung ke Kementerian Perhubungan. Nanti kementerian yang akan memberikan sanksi atau teguran,” pungkas Dudut.

Pengawal bus tanpa trayek ini, Suyono mengatakan, dirinya hanya mengawal bus ini sampai Solo. Bus ini sebenarnya sudah mati trayeknya. Namun tetap jalan dengan menggunakan trayek bus satunya yang sedang rusak. “Bus satunya kan rusak, jadi trayeknya dibawa karena bus yang ini trayeknya sudah mati,” ucap Suyono.

Bus nakal ini berangkat dari Blitar menuju Bandar Lampung lewat Kediri. Namun sopir mengarahkan bus dari Blitar ke Tulungagung, baru menuju ke Kediri. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved