Kabar Surabaya

DPRD Jatim Usulkan Puspa Agro Jadi BUMD Fokus Bidang Pangan, Begini Alasannya

DPRD Jawa Timur mengusulkan Puspa Agro menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang fokus di bidang pangan.

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - DPRD Jawa Timur mengusulkan Puspa Agro menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang fokus di bidang pangan. Unit Usaha milik BUMD Jatim, PT Jatim Grha Utama ini dinilai memiliki modal yang cukup untuk dapat difungsikan sebagai BUMD.

Hal ini disampaikan Anggota Komisi C DPRD Jatim, Renville Antonio. Renville menjelaskan, pada dasarnya pemrov Jatim telah memiliki unit usaha yang bergerak di sekto pangan, yakni Puspa Agro.

"Selama ini Puspa Agro memiliki potensi besar, namun kurang maksimal. Sebab, selama ini PT JGU kan bergerak di bidang properti. Sementara PT Puspa Agro menjadi anak perusahaan yang bergerak di bidang pangan. Sehingga, memang sedikit tidak sinkron," kata Renville di Surabaya, Selasa (21/5/2019).

Padahal, sejak awal Puspa Agro didirikan khusus untuk fokus di sektor pangan. "Sehingga, dibandingkan membuat baru, seharusnya cukup dengan mengembangkan yang sudah ada," jelas Renville yang juga politisi Partai Demokrat ini.

Untuk diketahui, Puspa Agro berdiri sejak 2010 silam dan pernah menyandang predikat pasar perdagangan agrobisnis terbesar kedua di Asia Tenggara. Berlokasi di kawasan Jemundo, Taman, Sidoarjo, Puspa Agro berdiri di atas lahan seluas 50 hektar.

Di awal pendiriannya, Puspa Agro diharapkan dapat menyuplai produk Agro, seperti sayuran, buah, dan beberapa produk pertanian lainnya. Bukan hanya untuk Jatim dan dalam negeri, namun juga luar negeri.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi C DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan, Sri Untari. Menurutnya, Puspa Agro memiliki modal berupa infrastruktur dan sumber daya manusia yang komplit.

Sehingga, untuk menjadi BUMD, tinggal menambah divisi yang khusus menjaga stok pangan. "Selain itu, juga lebih efektif dalam waktu sekaligus biaya. Pemrov Jatim tinggal menambah direktur yang mengerti soal pangan," kata Untari dikonfirmasi terpisah.

Menanggapi usulan tersebut, Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak mengatakan, pihaknya akan terus melakukan kajian. "Kami tengah menunggu arahan dari Ibu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa). Prinsipnya, kami akan melakukan pembahasan bersama DPRD Jatim," kata Emil dikonfirmasi terpisah.

Emil tak memungkiri, selama ini Puspa Agro telah ikut dalam menjaga kestabilan harga pangan. "Kami memahani bahwa kehadiran negara untuk petani dalam menjaga harga telah dilakukan oleh Puspa Agro. namun, hal ini sebagian atau terbatas," kata Emil.

Sehingga tak menutup kemungkinan usulan tersebut dapat diakomodasi. "Sehingga, kami akan bahas dahulu dengan Ibu Gubernur," katanya.

Pihaknya menjelaskan, BUMD Pangan nantinya harus bisa menjawab tantangan tugas yang dibebankan. "Ide ini lahir dari kegelisahan Ibu Gubernur ketika melihat emak-emak, bapak-bapak, dengan harga yang tinggi. Misalnya, harga bawang putih yang kemarin naik, namun cabai rawit yang justru anjlok. Sehingga, kasihan kepada para petani," kata Emil.

Sementara itu, pemerintah memiliki keterbatasan dalam mengelola harga. "Sehingga, perlu adanya lembaga yang tepat. Dari serap aspirasi selama kampanye, banyak yang ingin adanya BUMD Pangan," katanya. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved