Nasional

LIVE VIDEO - Polisi Berondongkan Tembakan Gas Air Mata, Massa Kocar-kacir

Polisi akhirnya melepaskan beberapa kali tembakan gas air mata ke arah kerumunan massa setelah bernegoisasi 1,5 jam di sekitar kantor Bawaslu.

SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Polisi akhirnya memberondongkan tembakan gas air mata ke arah kerumunan massa setelah gagal bernegoisasi selama lebih dari 1,5 jam di sekitar kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (22/5/2019) dini hari.

Sebagaimana dilaporkan secara langsung oleh Kompas TV, aparat terpaksa melepaskan tembakan gas air mata karena massa menolak membubarkan diri.  

Akibat tindakan itu, massa kocar-kacir dan dapat dipukul mundur secara bertahap. 

Sebelumnya, polisi juga membubarkan paksa dan menangkap sejumlah provokator unjuk rasa di pada Selasa (25/5/2019) pukul 22.15 WIB.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, setidaknya 6 orang diamankan pihak kepolisian.

"Dari tadi kami sudah damai, sudah aman, namun tiba-tiba ada massa saya belum tahu dari mana melakukan provokasi dan merusak barrier," ujar Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan, saat dikonfirmasi wartawan.

Pembubaran massa, kata Harry, dilakukan karena sudah melewati batas waktu unjuk rasa yakni sesudah shalat tarawih.

Massa juga meresahkan warga karena mengganggu arus lalu lintas di Jalan MH Thamrin yang sudah dibuka.

"Kami lakukan upaya karena sudah semakin malam. Masyarakat yang melintas juga diganggu-ganggu, jadi kita bubarkan," ujar dia.

Update Terkini Aksi Damai 22 Mei di Jakarta, Sempat Terjadi Perang Batu dan Gas Air Mata

Harry juga menyampaikan, para provokator yang ditangkap itu akan diamankan di Polda Metro Jaya. Petugas kepolisian sempat bernegosiasi dengan massa tetapi tak berhasil.

Massa tak hanya memenuhi depan Kantor Bawaslu RI, tetapi menyebar hingga menaiki Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) MH Thamrin yang menghubungkan antara kawasan pertokoan Sarinah dan Kantor Bawaslu RI sebelum dibubarkan pihak kepolisian.

Suasana sempat memanas beberapa kali sejak pukul 21.45 WIB. Massa berulang kali meneriaki polisi hingga pada puncaknya merusak pagar besi besi pembatas. kompas.com

Amnesty International: Jangan Libatkan Militer untuk Hadapi Massa pada Aksi 22 Mei 2019

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid (kompas images/suryamalang)
Editor: yuli
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved