Malang Raya

Reaksi Kepala Dinas Sosial Kota Malang Soal Gelandangan Mutilasi Wanita di Pasar Besar

Pelaku mutilasi itu aneh, dibilang gila tapi menurut Polisi sadar ketika melakukan pembunuhan Apalagi dia juga sudah mempunyai kartu pasien Rumah Saki

Reaksi Kepala Dinas Sosial Kota Malang Soal Gelandangan Mutilasi Wanita di Pasar Besar
edgar
Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri bersama Sugeng Angga Santoso, tersangka pemutilasi wanita di Pasar Besar, dan Waka Polres Malang Kota, Kompol Ari Trestiawan, Senin (20/5/2019). 

SURYAMALANG.COM, BLIMBING - Viralnya kabar mutilasi oleh gelandangan bernama Sugeng Angga Santoso, membuat Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang kini mulai waspada.

Sekretaris Dinsos Kota Malang, Pipih Triastuti, mengatakan, tunawisma bisa saja berubah perilakunya menjadi tidak terkendali apabila mengidap gangguan jiwa ataupun gangguan mental.

Untuk itu, dalam menangani kasus seperti ini Dinsos telah membentuk Tim yang bernama Keswa (Kesehatan Jiwa).

Menurutnya, tim Keswa ini bekerja menangani pasien yang menderita gejala Psikotik.

Kata Pipih, Psikotik merupakan gangguan mental yang ditandai dengan diskoneksi kenyataan.

Seperti, halusinasi, bicara tak jelas dan berperilaku agresif.

"Tiap Puskesmas ini sudah punya Keswa. Biasanya kalau ada laporan dari masyarakat, Tim Keswa ini langsung turun ke lokasi untuk menindaklanjuti orang yang mengidap Psikotik tersebut," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, pada Rabu (22/5/2019).

Pipih mengaku prihatin dan tidak menyangka, kasus mutilasi itu dilakukan oleh seorang tunawisma.

"Pelaku mutilasi itu aneh, dibilang gila tapi menurut Polisi sadar ketika melakukan pembunuhan. Apalagi dia juga sudah mempunyai kartu pasien Rumah Sakit Jiwa Lawang," ucap Pipih .

Agar kejadian tersebut tidak
terulang kembali, dirinya meminta kerjasama dengan berbagai pihak.

Halaman
12
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved