Kabar Blitar

Residivis Keluar Masuk Penjara Tujuh Kali Kembali Menjambret, Hasilnya Buat Dugem Di Kota Blitar

Pelaku bisa dibilang spesialis kasus kejahatan dengan modus perampasan di jalan raya dengan korban ibu rumah tangga.

Residivis Keluar Masuk Penjara Tujuh Kali Kembali Menjambret, Hasilnya Buat Dugem Di Kota Blitar
suryamalang.com/Samsul Hadi
Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar menunjukkan barang bukti kalung emas dan tersangka saat merilis kasus penjambretan, Rabu (22/5/2019). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Yusron Efendi (28) alias Pendik, harus kembali meringkuk di sel tahanan Polres Blitar Kota, Rabu (22/5/2019).

Pria asal Desa Wonorejo, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, dibekuk polisi lagi setelah merampas kalung emas milik seorang ibu rumah tangga di Jl Lekso, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Sabtu (18/5/2019).

Pendik bisa dibilang spesialis kasus kejahatan dengan modus perampasan di jalan raya dengan korban ibu rumah tangga. Sebelumnya, dia sudah enam kali masuk penjara dengan kasus sama, yaitu, penjambretan.
Berarti dengan kasus ini, Pendik sudah tujuh kali masuk penjara karena kasus penjambretan.

"Dia ini spesialis jambret. Dia sudah tujuh kali masuk penjara karena menjambret. Semua kasusnya ditangani Polres Blitar Kota. Dia baru empat bulanan keluar penjara," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar.

Modus kejahatan yang dilakukan Pendik, yaitu dengan cara keliling naik sepeda motor untuk mencari sasaran. Setelah menemukan target, Pendik akan membuntutinya. Saat kondisi lokasi sepi, dia akan memepet korban menggunakan sepeda motor. Selanjutnya, Pendik menarik kalung emas yang dipakai korban.

Penangkapan Pendik salah satunya berkat rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi. Dari rekaman CCTV, polisi mengenali sepeda motor yang dipakai Pendik ketika beraksi. Dari ciri-ciri sepeda motor itu, polisi mencurigai Pendik sebagai pelakunya.

"Kami lakukan penangkapan di rumahnya. Saat digeledah, kami menemukan satu unit sepeda motor Yamaha Vixion, helm, dan kalung emas yang dirampas pelaku dari korban," ujar Adewira.

Di depan polisi, Pendik mengakui semua perbuatannya. Dia mengaku sudah tujuh kali ini masuk penjara karena menjambret. Tetapi dia sudah tidak ingat semua lokasi penjambretan yang pernah dilakukan.

Dia hanya ingat pernah beraksi di Jl Masjid dekat Alun-alun Kota Blitar, di jalan selatan Pasar Hewan Dimoro, Jl Bengawan Solo, dan terakhir di Jl Lekso. Dia merampas perhiasan, ponsel, dan dompet dari korbannya. "Uangnya habis buat senang-senang," kata pria yang masih melajang itu. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved