Kabar Blitar

Siapkan Petasan Ukuran Jumbo Untuk Pesta Lebaran, Pemuda Di Kota Blitar Ditangkap Polisi

Polisi menyita barang bukti sekitar 2 kilogram obat petasan, 30 sumbu petasan, 11 kertas sudah dalam bentuk gulungan, dan ponsel dari rumah tersangka.

Siapkan Petasan Ukuran Jumbo Untuk Pesta Lebaran, Pemuda Di Kota Blitar Ditangkap Polisi
suryamalang.com/Samsul Hadi
Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar menunjukkan barang bukti petasan dan tersangka, Rabu (22/5/2019). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Rencana Alwi Safiurrohman (21) menggelar pesta petasan saat Hari Raya Idul Fitri gagal. Pemuda asal Desa Kedawung, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, ini keduluan tertangkap polisi karena menyimpan bahan peledak atau obat petasan dalam bentuk bubuk di rumahnya.

Polisi menyita barang bukti sekitar 2 kilogram obat petasan, 30 sumbu petasan, 11 kertas sudah dalam bentuk gulungan, dan ponsel dari rumah Alwi. "Tersangka kami tangkap di tempat kerjanya di Kelurahan Tanggung, Kota Blitar. Dia kerja di bengkel cat sangkar burung," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar, Rabu (22/5/2019).

Adewira mengatakan, penangkapan pelaku berdasarkan informasi dari masyarakat. Polisi mendapat kabar pelaku menjual obat petasan di rumahnya. Selain itu, pelaku juga membuat sendiri petasan di rumah. Polisi menyelidiki informasi itu dan ternyata benar.

"Saat kami geledah di rumahnya, kami menemukan sejumlah barang bukti itu. Selain menjual obat petasan, dia juga membuat petasan sendiri. Rencananya dinyalakan saat Hari Raya Idul Fitri," ujar Adewira.

Alwi mengaku obat petasan itu merupakan pesanan dari temannya. Begitu ada pesanan, dia baru kulakan obat petasan. Alwi membeli obat petasan dari kenalannya di Yogyakarta. Harga beli obat petasan Rp 18.000 per ons.

Biasanya, dia menjual lagi obat petasan Rp 25.000-Rp 30.000 per ons. "Saya kulakannya dari Yogyakarta," katanya.

Alwi juga membuat petasan sendiri di rumah. Petasan buatannya ukurannya lumayan besar. Rencananya, petasan itu akan dinyalakan setelah salat Hari Raya Idul Fitri di desanya. "Rencananya buat memeriahkan Lebaran di rumah. Tapi sekarang saya malah tidak bisa Lebaran di rumah, karena dipenjara," tuturnya.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved