Nasional

6 Update Terkini Aksi Damai 22 Mei di Jakarta, Sempat Terjadi Perang Batu dan Gas Air Mata

Update Terkini Aksi Damai 22 Mei di Jakarta, Sempat Terjadi Perang Batu dan Gas Air Mata

6 Update Terkini Aksi Damai 22 Mei di Jakarta, Sempat Terjadi Perang Batu dan Gas Air Mata
Tribunnews.com
6 Update Terkini Aksi Damai 22 Mei di Jakarta 

SURYAMALANG.COM – Update terkini dari Aksi Damai 22 Mei di Jakarta, sempat terjadi perang batu dan gas air mata antara massa dengan aparat yang berjaga.

Aksi Damai 22 Mei di Jakarta ini di latarbelakangi dari hasil rekapitulasi pemilu yang diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Selasa (21/5/2019) dini hari.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumumkan hasil rekapitulasi perolehan suara Pemiu 2019 yang dimenangkan oleh pasangan calon (Paslon) nomor urut 01 Joko Widodo – Ma’ruf Amin atas pasangan calon (Paslon) nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Hasil rekapitulasi ini meliputi 34 provinsi dan 130 wilayah di luar negeri.

Dari hasil rekapitulasi suara Pilpres 2019 yang KPU tetapkan, pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin menang atas pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Pasangan Jokowi-Ma'ruf menang atas pasangan Prabowo-Sandi di Pemilihan Presiden 2019.
Pasangan Jokowi-Ma'ruf menang atas pasangan Prabowo-Sandi di Pemilihan Presiden 2019. (KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)

Kabar Ustaz Arifin Ilham Kritis Karena Kanker Getah Bening, Ini Penyebab & 6 Gejalanya Menurut Medis

Arkana Mawardi Semakin Sehat, Nikita Mirzani Tak Menyesal Bolak-balik Kantor Polisi Saat Hamil

Jessica Iskandar Gelar Prewed Nyentrik, Hi Fashion yang Unik, Padahal ada Fakta Begini

Jumlah perolehan suara Jokowi-Ma'ruf mencapai 85.607.362 atau 55,50 persen suara, sedangkan perolehan suara Prabowo-Sandi sebanyak 68.650.239 atau 44,50 persen suara. Selisih suara kedua pasangan mencapai 16.957.123 atau 11 persen suara.

Adapun jumlah pemilih yang berada di dalam ataupun luar negeri mencapai 199.987.870 orang. Sementara pemilih yang menggunakan hak pilih sebanyak 158.012.506 orang.

Dari total suara yang masuk, 3.754.905 suara tidak sah sehingga jumlah suara sah sebanyak 154.257.601 suara.

Usai pengumuman hasil rekapitulasi ini, sejumlah pendukung Prabowo berniat untuk menggelar aksi di depan gedung KPU dan Bawaslu

Sejak Selasa (22/5/2019) malam, massa yang diduga berasal dari berbagai daerah di Indonesia datang dan berkumpul di kawasan sekitar kantor Bawaslu Jakarta untuk melaksanakan Aksi Damai 22 Mei.

Massa yang mengikuti Aksi Damai 22 Mei ini tidak hanya terdiri dari orang dewasa, namun juga anak-anak seusia SMP.

Berikut update terkini Aksi Damai 22 Mei di Jakarta yang berhasil Suryamalang.com rangkum dari berbagai sumber:

1. Massa Penuhi Kawasan Kantor Bawaslu

Sejak Selasa (21/5/2019) malam, massa yang mengikuti Aksi Damai 22 Mei telah memenuhi kawasan di sekitar kantor Bawaslu di Jalan MH Thamrin , Jakarta.

Massa aksi demo Bawaslu membantu menghalau massa yang terprovokasi dan hendak menghampiri barikade aparat gabungan di depan Bawaslu, Selasa (21/5/2019).
Massa aksi demo Bawaslu membantu menghalau massa yang terprovokasi dan hendak menghampiri barikade aparat gabungan di depan Bawaslu, Selasa (21/5/2019). (KOMPAS.com / VITORIO MANTALEAN)

Air Mata Sule Pecah Sambut Andre Taulany Kembali ke Ini Talkshow, Miss You Bebee

Kondisi Makin Kritis, Ustaz Arifin Ilham Siapkan Surat Wasiat, Kain Kafan Hingga Prosesi Pemakaman

Jadwal Buka Puasa & Imsakiyah Malang Hari Ini, 22 & 23 Mei 2019, Lengkap dengan Niat dan Doa Puasa

Massa yang bergabung dalam Aksi Damai 22 Mei ini berencana untuk melakukan demo di kawasan kantor KPU dan Bawaslu Jakarta terkait hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2019.

Diketahui jika pasangan Jokowi-Maruf menang atas pasangan Prabowo-Sandi dalam rekaitulasi suara pemilu Pilpres 2019.

Oleh sebab ibu, massa pendukung Prabowo-Sandi menggelar aksi damai 22 Mei di kawasan Kanto Bawaslu Jakarta sejak Selasa (21/5/2019) malam.

2. Aparat Pukul Mundur Massa Gunakan Gas Air Mata

Setelah bernegosiasi lebih dari 1,5 jam, akhirnya aparat yang sedang berjaga menembakkan gas air mata ke arah kerumunan massa di kawasan sekitar kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (22/5/2019) dini hari.

Aparat Pukul Mundur Massa Gunakan Gas Air Mata
Aparat Pukul Mundur Massa Gunakan Gas Air Mata (Kompas TV)

Video Viral Aksi Bunuh Diri Bocah 13 Tahun, Lompat dari Gedung Hingga Tulis Surat Wasiat

Perempuan Cantik Dibunuh Suaminya, Motifnya karena Minta Uang Rp 700 Ribu Seusai Berhubungan Badan

Dari pantauan Kompas.com, (grup Suryamalang.com) pihak kepolisian akhirnya menembakkan gas air mata dikarenakan massa menolak untuk membubarkan diri.

Akibat tindakan ini, massa yang selama ini menolak untuk membubarkan diri, akhirnya dapat dipukul mundur secara bertahap.

3. Perang Batu dan Kembang Api VS Gas Air Mata dan Air

Perang batu dan kembang api versus tembakan gas air mata dan meriam air terus terjadi di sekitar Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, hingga Rabu (22/5/2019) pukul 02.30 WIB dini hari. 

Pihak kepolisian masih terus melakukan penyisiran massa pengunjuk rasa hingga kawasan Tanah Abang setelah memukul mundur dari sekitar kantor Bawaslu di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat sejak pukul 00.09 WIB.

Perang batu dan kembang api versus tembakan gas air mata dan meriam air terus terjadi di sekitar Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, hingga Rabu (22/5/2019) pukul 02.30 WIB dini hari.
Perang batu dan kembang api versus tembakan gas air mata dan meriam air terus terjadi di sekitar Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, hingga Rabu (22/5/2019) pukul 02.30 WIB dini hari. (kompas tv)

Kareena Kapoor Beri Gaji Fantastis Pengasuh Sang Anak, Setara Gaji Per Bulan Perdana Menteri India

Sinopsis Drakor Her Private Life Episode 14 Tayang Rabu, 22 Mei di TVN, Ryan & Doek Mi Makin Mesra

5 Rekomendasi Drama Populer Park Min Young, Pemeran Sung Deok Mi di Drama Korea Her Private Life

Anggota Brimob juga mendapatkan tambahan pasukan sekitar pukul 02.15 WIB. Mereka bergabung untuk terus menembakkan gas air mata ke kerumunan massa yang tak sudi membubarkan diri.

Pengamatan Kompas.com di lokasi, pengunjuk rasa masih tampak tersebar di sekitar kios-kios Pasar Tanah Abang.

Api sempat menyala di sekitar kawasan Tanah Abang karena imbas gas air mata dan tembakan kembang api dari massa.

Namun api berhasil dipadamkan mobil water canon polisi. Hingga berita ini diturunkan polisi masih belum dapat membubarkan massa. Mereka masih melempari batu dan kembang api ke arah polisi.

4. Massa Meluas Ke Area Lain

Massa tak hanya memenuhi depan Kantor Bawaslu RI, tetapi menyebar hingga menaiki Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) MH Thamrin yang menghubungkan antara kawasan pertokoan Sarinah dan Kantor Bawaslu RI sebelum dibubarkan pihak kepolisian.

Suasana sempat memanas beberapa kali sejak pukul 21.45 WIB, Selasa (21/5/2019).

Massa yang tergabung dalam Aksi Damai 22 Mei meluas ke daerah lain di Jakarta.
Massa yang tergabung dalam Aksi Damai 22 Mei meluas ke daerah lain di Jakarta. (Kompas TV)

 Massa berulang kali meneriaki polisi hingga pada puncaknya merusak pagar besi besi pembatas.

Selain di kawasan Tanah Abang, kericuhan juga terjadi di Kawasan Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) dini hari.

Seperti dilaporkan Kompas TV, polisi menembakkan gas air mata ke arah kerumunan massa setelah beberapa waktu bertahan menghadapi lemparan batu. Massa pengunjuk rasa yang bertahan lewat tengah malam dibubarkan paksa setelah mereka merusak pagar besi di depan Gedung Bawaslu.

Massa terbelah dua. Sebagian lari ke arah Tanah Abang, sebagian lagi larah ke arah Gongdangdia dan terkonsentrasi di Jalan Sabang. Di kedua kawasan itu massa melawan polisi dengan lemparan batu.

5. Jakarta Masih Siaga 1

Status Jakarta saat ini masih siaga 1. 

Sebagaimana dilaporkan secara langsung oleh Kompas TV, polisi menyeru lewat pengeras suara agar massa membubarkan diri sama sekali.

"Bubar! Sebentar lagi sahur, ayo bubar!" teriak polisi.  

Hasilnya, saat ini terpantau massa mulai bersih dan pasukan Brimob tidak lagi mengejar kerumunan massa hingga gang-gang kecil di kawasan padat penduduk.

Sebelumnya, terjadi perang batu dan kembang api dari kubu massa versus tembakan gas air mata dan meriam air dari kubu Brimob di sekitar Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, hingga Rabu (22/5/2019) pukul 02.30 WIB.  

Selain menangkap sebagian massa dan menembakkan gas air mata, polisi juga menurunkan puluhan petugas pengurai massa dan mobil water canon.

Massa tidak hanya terdiri dari orang dewasa, namun juga anak-anak seusia SMP. Mereka melempar batu ke arah polisi.

6. Polisi Menangkap 6 Pelaku Provokasi

Dalam aksi damai 22 Mei ini, setidaknya 6 orang diamankan pihak kepolisian.

"Dari tadi kami sudah damai, sudah aman, namun tiba-tiba ada massa saya belum tahu dari mana melakukan provokasi dan merusak barrier," ujar Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Harry Kurniawan, saat dikonfirmasi wartawan.

Pembubaran massa, kata Harry, dilakukan karena sudah melewati batas waktu unjuk rasa yakni sesudah shalat tarawih.

Massa juga meresahkan warga karena mengganggu arus lalu lintas di Jalan MH Thamrin yang sudah dibuka.

"Kami lakukan upaya karena sudah semakin malam. Masyarakat yang melintas juga diganggu-ganggu, jadi kita bubarkan," ujar dia.

Harry juga menyampaikan, para provokator yang ditangkap itu akan diamankan di Polda Metro Jaya. Petugas kepolisian sempat bernegosiasi dengan massa tetapi tak berhasil.

Penulis: Frida Anjani
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved