Kabar Surabaya

Sebanyak 4.700 Personil Siap Amankan Mudik Lebaran Di Jatim, Gubernur Harap Ada Motor Pengisi BBM

Sebanyak 4.700 personil pengamanan lebaran siap mengamankan tiga jalur mudik masyarakat di Jawa Timur.

Sebanyak 4.700 Personil Siap Amankan Mudik Lebaran Di Jatim, Gubernur Harap Ada Motor Pengisi BBM
suryamalang.com/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Fattah Jasin dalam Apel Gelar personil Pasukan dalam Persiapan Pengamanan Mudik Lebaran 2019/1440 H, Kamis (23/5/2019). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Sebanyak 4.700 personil pengamanan lebaran siap mengamankan tiga jalur mudik masyarakat di Jawa Timur. Mulai rute pantura, jalur selatan, hingga jalur tengah dan jalan tol.

Pasukan pengamanan mudik lebaran 2019 tersebut hari ini, Kamis(23/5/2019), dikumpulkan di frontage Jalan Ahmad Yani depan kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur dalam Apel Gelar Pasukan dalam Persiapan Pengamanan Mudik Lebaran 2019/1440 H.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung apel gelar pasukan tersebut. Dalam kesempatan itu, ia memastikan bahwa para pemudik harus dipastikan merasa aman, dan nyaman dalam perjalanan mudik di jalur-jalur mudik yang ada di Jawa Timur.

"Saya 13 tahun selalu mudik jalur darat. Jadi saya ingin pastikan bahwa gimana mudiknya masyarakat tahun ini bisa nyaman," kata Khofifah.

Yang menjadi konsentrasi pertama Khofifah adalah masalah bahan bakar. Ia ingin agar masyarakat tidak kebingungan mencari SPBU saat mudik. Untuk itu akan ada dua transmisi utama dan enam titik subtransmisi BBM di sepanjang jalur mudik. Terutama di jalur tol.

"Kita juga akan siapkan ada motor pengangkut BBM. Akan ada motor yang sudah dimodifikasi untuk bisa mengangkut BBM dan bisa melakukan kontraflow di jalur tol panjang untuk menghampiri pemudik yang kehabisan BBM di tengah jalan," tegas Khofifah.

Begitu juga di jalur non tol. Ia memastikan bahwa semua kebutuhan pemudik bisa terpenuhi. Termasuk akan ada gardu PLN keliling.

Berikutnya adalah masalah rest area. Secara khusus mantan Menteri Sosial ini memberikan instruksi agar rest area bisa disatukan dengan area yang teridentidikasi berbasis mushala atau masjid. Serta ada toilet, dan tenda istirahat dan pos kesehatan.

"Dan saya ingin sampaikan ke masyarakat agar yang mudik harus memastilan kondisinya laik jalan. Jangan memaksakan kondisi jika lelah dan memanfaatkan rest area dengan baik," ucapnya.

Lebih lanjut Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Fattah Jasin mengatakan, di tiga jalur utama mudik tersebut ada sebanyak 26 titik posko mudik yang juga dijadikan sebagai rest area. Menurut Fattah, pemudik bisa juga memanfaatkan terminal dan juga pelabuhan yang ada untuk istirahat karena semua fasilitas juga dibuka di tempat tersebut.

"Ada tes kesehatannya juga. Jadi bisa istirahat dan juga bisa cek kesehatan," ucapnya.

Terkait apel pagi ini, Fattah mengatakan, seluruh pasukan akan mulai bekerja sepekan jelang lebaran. Sebanyak 4.700 pasukan tersebut akan bertugas di posko yang sudah dipersiapkan untuk mengamankan jalur mudik dengan diperkuat jugaoleh Basarnas, TNI, Polri da Tagana.

"Tadi juga ada operator bandara, pelabuhan tanjung perak, dan pengelola jalan tol. Kalau untuk angkutan menggunakan kereta api kita juga terus koordinasi dengan PT KAI, kaau untuk pelabuhan kita juga memaksimalkan perispan di tujuh pelabuhan serta tiga pelabuhan yang kita kelola," ucap Fattah.

Tahun ini, dikatakan Fattah, akan ada sebanyak tujuh juta pemudik di Jawa Timur. Dengan 1.6 juta menggunakan lereta api, menggunakan bus sebanyak 3 juta pemudik dan juga sisanya menggunakan angkutan pribadi.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved