Breaking News:

Kabar Surabaya

GOJEK Sumbang Rp 2,2 Triliun ke Perekonomian Surabaya, Paling Besar UMKM Go-Food

Aplikasi layanan penyedia jasa yang terintegrasi teknologi, GOJEK berkontribusi dalam perekonomian wilayah Surabaya sebesar Rp 2,2 triliun.

TribunJatim.com/Arie Noer Rachmawati
Wakil Kepala LD FEB UI, Paksi Walandouw saat memaparkan hasil riset dampak GOJEK terhadap perekonomian Indonesia dan wilayah metropolitan Surabaya di Novotel Surabaya, Jumat (24/5/2019). 

Selain itu, GOJEK mendorong gerakan nasional non-tunai. Sebab, 68 persen mitra UMKM kali pertama menerima pembayaran non-tunai saat gabung dengan GO-FOOD.

"GOJEK ini menjadi pintu masuk UMKM Surabaya ke ekonomi digital," tambahnya.

Temuan menarik lainnya, Paksi mengatakan, layanan GO-LIFE memiliki potensi tinggi seperti halnya layanan GO-FOOD. Sebab, para mitra di layanan ini mengalami kenaikan pendapatan mencapai 80 persen dibandingkan pendapatan sebelum gabung dengan GOJEK.

"Nah, di layanan GO-LIFE ini sebesar 70 persen mitranya adalah perempuan. Kenaikan pendapatan yang sangat signifikan ini dapat membantu para mitra perempuan," paparnya.

Selebihnya, lanjut Paksi, peningkatan pendapatam mitra GO-LIFE juga berpengaruh terhadap kesejahteraan keluarga.

"Misalnya, dalam riset ditunjukkan pendapatan mitra perempuan GO-LIDE paling banyak dialokasikan untuk biaya pendidikan anak," pungkas Paksi.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved