Kabar Pasuruan

Mencari Dosa Dibulan Ramadan, Dua Petani Apel Di Pasuruan Kepergok Pesta Sabu

Kedua petani buah Apel di Pasuruan itu harus mempertanggung jawabkan perbuatanya dan berurusan dengan aparat Kepolisian.

Mencari Dosa Dibulan Ramadan, Dua Petani Apel Di Pasuruan Kepergok Pesta Sabu
suryamalang.com/Galih Lintartika
Barang bukti peralatan hisap sabu-sabu yang diamankan dar dua petani buah Apel di Pasuruan 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Bulan Ramadan sebaiknya digunakan untuk ibadah dan memperbanyak pahala, bukan dosa. Nah, dua petani apel di Nongkojajar ini justru kebalik. Di Bulan ramadan justru dijadikan mereka sebagai ajang pesta narkoba jenis sabu.

Akibatnya, kedua petani harus mempertanggung jawabkan perbuatanya dan berurusan dengan aparat Kepolisian. 

Keduanya adalah Rohim (49) dan Achmad Jiyanto (39) keduanya warga Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan.

Keduanya ditangkap di rumah tersangka Achmad Jiyanto. Dari tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya seperangkat alat hisap sabu, dan sisa sabu yang baru saja digunakan seberat 0,2 gram.

Kapolsek Nongkojajar, AKP Akhmad Shukiyanto menjelaskan, penangkapan keduanya ini berawal dari informasi masyarakat.

Setelah ditelusuri, ternyata kedua tersangka ini sering konsumsi sabu bersama-sama. "Akhirnya dari laporan itu kami tindaklanjuti, dan kebetulan tersangka ini sedang nyabu, langsung kami sikat," kata Kapolsek.

Disampaikan Akhmad Shukiyanto, saat ini pihaknya masih menelusuri motif kedua tersangka ini yang suka nyabu. Ia menyebut, untuk sementara, keduanya mengaku hanya ingin kuat dan sehat, dan sabu diyakini mereka bisa menambah kekuatan.

"Kami juga akan mencari siapa yang menyelundupkan sabu sampai kesini. Kami masih mendalaminya," pungkas dia. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved