Kabar Tulungagung

Arus Mudik Lebaran Di Tulungagung Waspadai Titik Kemacetan Di Jalur Ngantru

Jalur Ngantru Tulungagung diperkirakan masih tetap menjadi titik macet saat arus mudik dan balik lebaran 2019.

Arus Mudik Lebaran Di Tulungagung Waspadai Titik Kemacetan Di Jalur Ngantru
suryamalang.com/David Yohanes
Jembatan Ngujang 2 diharapkan bisa menjadi solusi kemacetan selama arus mudik dan balik lebaran di Tulungagung 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Jalur Ngantru Tulungagung diperkirakan masih tetap menjadi titik macet saat arus mudik dan balik lebaran 2019. Namun dengan adanya Jembatan Ngujang 2 yang sudah difungsikan, diyakini kemacetan lebih bisa diurai.

Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Wisnu S Kuncuro menjelaskan, titik macet utama ada di depan Mapolsek Ngantru. Ini dikarenakan di titik ini ada penyempitan jalan. Setelah jalur Ngantru-Kediri dilebarkan, titik ini tidak bisa dilebarkan karena berhimpitan dengan bangunan.

“Di depan Polsek Ngantru ada bottle neck (leher botol), sehingga akan terjadi antrean kendaraan di sini,” kata Wisnu, Kamis (24/5/2019).

Kondisi tersebut akan diperparah jika ada penumpukan di atas Jembatan Ngujang lama. Karena itu, jika arus kendaraan dari arah utara (Kediri) menumpuk, nantinya akan dibelokkan ke timur, ke arah Jembatan Ngujang 2.

Namun untuk kendaraan penumpang umum, seperti bus bisa langsung masuk ke kota tanpa lewat Jembatan Ngujang 2. “Sebaliknya, kendaraan dari Tulungagung yang ke Kediri bisa berjalan normal, tidak ada pengalihan,” sambung Wisnu.

Titik kemacetan lainnya adalah simpang 3 Ngujang, yang ke arah Kecamatan Karangrejo. Di titik ini seringkali terjadi penumpukan karena pertemuan kendaraan dari Tulungagung dan dari Karangrejo.

Berkaca pada rekayasa tahun lalu, menurut Wisnu, biasanya kendaraa dari arah Tulungagung diputar ke arah barat, sebelum kembali ke timur dan masuk Jembatan Ngujang lama.

“Di simpang dua yang mau masuk ke Jembatan Ngujang 2, di situ juga ada persempitan jalur,” ujar Wisnu.

Sementara titik kemacetan di lokasi wisata yang diantisipasi adalah Pantai Gemah. Pantai tersebut selalu padat pengunjung setiap kali Idul Fitri.

Antrean kendaraan bahkan hingga mencapai di simpang tiga Jalur Lintas Selatan (JLS) dusun Tumpuk, Desa Besuki, Besuki yang berjarak lebih dari 20 kilometer dari pantai. “Kalau kondisinya padat, akan kami berlakukan sistem buka tutup di lokasi itu,” tegas Wisnu.

Dengan sistem buka tutup, maka akan ada kendaraan wisatawan yang harus menunggu antrean. Dan mereka baru bisa masuk ke Pantai Gemah jika ada kendaraan yang keluar pantai, atau kondisi pantai dinilai lebih sepi. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved