Kabar Jakarta

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar AS Sepekan Terakhir Dan Prediksi Pekan Depan

Situasi politik tanah air sempat menghangat menjadikan nilai tukar rupiah pekan ini sempat terjungkal ke level Rp 14.500 per dollar Amerika Serikat.

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar AS Sepekan Terakhir Dan Prediksi Pekan Depan
Tribunnews.com
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS stabil 

SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Situasi politik di Ibu Kota Jakarta sempat menghangat menjadikan nilai tukar rupiah pekan ini sempat terjungkal ke level Rp 14.500 per dollar Amerika Serikat (AS). Namun di akhir pekan ini nilai tukar rupiah kembangi menguat terhadap dollar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, Jumat (24/5), rupiah ditutup menguat 0,61 persen di level Rp 14.392 per dollar Amerika Serikat (AS), sepekan rupiah mampu menjaga staminanya dengan menguat 0,40 persen.

Begitu pula dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada penutupan perdagangan Jumat, rupiah menguat 0,42 persen menjadi Rp 14.451 per dollar AS, sepekan mata uang Garuda terbang lancar dengan menguat 0,12 persen.

Direktur PT Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, rupiah menguat karena adanya laporan BI terkait penjualan dollar AS secara besar-besaran yang dilakukan oleh para investor. Khususnya para pengusaha dan perbankan juga aktif di dalam pasar valas, sehingga mendukung pergerakan nilai tukar yang stabil dan menguat.

Ibrahim menilai, BI akan terus berada di pasar dan akan melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai fundamental apabila diperlukan. “Bisa melalui intervensi di valas maupun pembelian SBN dari pasar sekunder,” kata Ibrahim kepada Kontan.co.id, Jumat (24/5)

Di sisi lain, sentimen eksternal datang dari adanya harapan bahwa Federal Reserve akan harus memotong suku bunga untuk mendukung ekonomi AS untuk mengimbangi kerusakan dari perang perdagangan yang meluas dengan China.

Ini ditandai dengan aktivitas manufaktur AS melambat ke level terlemah dalam lima tahun di bulan Mei sementara penjualan rumah baru turun 6,9 persen di bulan April, awal musim penjualan musim semi yang sangat buruk.

Data ini muncul setelah survei bisnis yang sama lemahnya di Jepang dan Eropa, dan peringatan dari Dana Moneter Internasional tentang bahaya perang perdagangan yang meningkat antara dua ekonomi terbesar dunia.

Mengutip Reuters, Yukio Ishizuki, ahli strategi mata uang senior di Daiwa Securities mengatakan, pasar menilai penurunan suku bunga karena kerusakan dari ketegangan perdagangan diperkirakan lebih besar dari yang dibayangkan, meskipun The Fed sama sekali tidak membicarakannya.

Ibrahim meramal rupiah dalam perdagangan Senin (27/5) akan diperdagangkan menguat dan berpotensi berada di kisaran harga Rp 14.380 - Rp 14.465 per dollar AS.

Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved