Kabar Pasuruan

Pasuruan Dorong Budidaya Bawang Putih, Ada Lahan 100 Hektare Pada 800 Mdpl

Budidaya bawang putih perlu lahan di atas 800 meter di atas permukaan air laut seperti kawasan Tosari dan Tutur, Pasuruan.

Pasuruan Dorong Budidaya Bawang Putih, Ada Lahan 100 Hektare Pada 800 Mdpl
istimewa
ILUSTRASI - Petani bawang putih. 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Fenomena naik turunnya harga bawang putih, membuat Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan tertarik untuk membudidayakannya. Pembudidayaan bawang putih ini pun, mulai dikembangkan empat bulan belakangan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, Ihwan menyampaikan, budidaya bawang putih tidak serta merta bisa dilakukan. Karena, lahan yang bisa ditanam, adalah lahan di atas 800 mdpl. Seperti kawasan Tosari dan Tutur.

Selama ini, lahan pertanian di Tosari dan Tutur, kebanyakan ditanami kentang. “Kami menginginkan adanya rotasi tanaman sehingga petani tidak melulu menanam kentang,” kata Ihwan.

84 Ribu Ton Bawang Putih dari Tiongkok Masuk Jatim, Wagub Emil Dardak Bilang, Mau Bagaimana Lagi

Ia menambahkan, budidaya kentang memang terbilang baru. Petani disuguhi pilihan lain, untuk mengelola lahannya. Mereka tidak harus menanam kentang. Karena bisa dengan bawang putih, yang keuntungannya masih menunjang.

Menurutnya, banyak keuntungan yang bisa didapatkan petani dengan menanam bawang putih. Karena, petani tidak perlu kesulitan untuk membeli bibit. Mengingat, pembelian bibit tersebut, bisa diakomodir perusahaan, yang bekerja sama dengan petani.

Kerja sama itu terjalin, lantaran kran impor untuk pengusaha bisa dibuka, jika mereka melakukan penanaman bawang putih.

“Nah, dengan kerja sama petani dengan pengusaha inilah, petani tidak perlu membeli bibit. Mereka hanya perlu mengelola tanahnya untuk ditanami bawang putih,” sambung dia.

Di samping itu, pasar bawang putih juga jelas. Mereka tidak perlu susah untuk menjual hasil produksinya. Karena, barang yang mereka panen, sudah bisa laku dijual dengan mudah.

“Pasarnya jelas. Harganya pun, bagus. Saat ini, untuk bawang putih basah, dihargai Rp 15 ribu per kilogramnya,” tambah dia.

Menurut Ihwan, setidaknya sudah ada sekitar 100 hektare lahan pertanian di wilayah Tosari dan Tutur yang ditanami bawang putih. Produksinya bisa mencapai 13 ton per hektare.

Jumlah itu, diproyeksikan bisa terus meningkat, seiring potensi pertanian bawang putih yang masih menjanjikan.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved