Jendela Dunia

Pria Ini Didenda Rp 160 Juta Karena Selundupkan Ribuan Lintah

Ippolit Bodounov dihukum denda sekitar Rp 160 juta karena menyelundupkan ribuan lintah.

Editor: Zainuddin
KOMPAS.COM
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM - Ippolit Bodounov dihukum denda sebesar 15.000 dollar Kanada atau sekitar Rp 160 juta karena menyelundupkan ribuan lintah.

Ippolit Bodounov menyelundupkan ribuan lintah itu dengan cara dimasukkan ke dalam koper.

Melansir CBC News, Senin (27/5/2019), Badan Lingkungan dan Perubahan Iklim Kanada (ECCC) menyatakan pelaku terbang dari Rusia.

Ippolit tiba di Bandara Internasional Pearson Toronto pada Oktober 2018.

Dia membawa lintah dengan menyimpannya di kantong plastik belanjaan besar.

Manajer Operasional Direktorat Penegakan Margasatwa ECCC, Gerry Brunet mengatakan ada 10 tas kain kecil yang dibasahi di dalam kantong tersebut.

Seekor anjing pelacak yang bekerja dengan agen perbatasan mencium ada yang tidak beres pada bawaan Bodounov.

“Ini adalah impor lintah skala besar pertama kali,” ujar Brunet.

Kemudian Kementerian mengirim lintah ke Museum Royal Otario di Toronto.

Kurator zoologi invertebrata, Sebastian Kvist mengidentifikasi lintah tersebut sebagai hirudo verbana, lintah obat yang terancam punah.

Kvist merasa takjub karena semua lintah yang dibawa pelaku tidak mati meski menempuh perjalanan dengan pesawat.

Sekitar 240 ekor di antaranya kemudian dikirim ke Museum of Natural History di New York AS.

Peneliti menyatakan DNA pada isi perut lintah menunjukkan mereka ditangkap dari alam liar.

Kvist menuturkan banyak orang telah memelihara lintah tersebut untuk tujuan pengobatan sejak abad pertengahan.

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved