Kabar Gresik

Ribut Penyeberangan Gresik - Bawean, Dua Operator Tolak Keberadaan Kapal Baru Blue Sea Jet

Pemerintah diminta mengkaji rencana penambahan kapal baru untuk rute Gresik -Bawean. Sebab kapal yang ada saat ini masih mampu melayani penumpang.

Ribut Penyeberangan Gresik - Bawean, Dua Operator Tolak Keberadaan Kapal Baru Blue Sea Jet
Ist
Kapal baru Blue Sea Jet yang akan melayani rute Gresik - Bawean. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Willy Abraham

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Dua operator kapal, Ekspress Bahari dan Natuna Ekspress menolak kedatangan kapal baru, Blue Sea Jet.

Selain itu, mereka juga meminta pemerintah kembali mengkaji rencana penambahan kapal baru untuk rute Gresik -Bawean. Sebab kapal yang saat ini beroperasi masih mampu melayani penumpang.

Perwakilan PT SIM Express Bahari, Albert mengungkapkan penolakannya. Karena selama ini jumlah penumpang yang menggunakan kapal hanya 80 persen dari jumlah kuota penumpang yang dimiliki. "Kapal kami masih sangat mampu," katanya.

Pihaknya selama ini sudah berusaha mengikuti kebijakan pemkab. Mulai dari menerapkan harga tiket yang sangat minim kepada penumpang hingga megikuti permintaan Bupati Gresik untuk mendatangkan kapal alumunium.

"Sekarang dua kapal saja jumlah penumpangnya hanya 80 persen, bagaimana kalau nanti ada penambahan kapal ?" tandas Albert.

Hal serupa disampaikan perwakilan dari Natuna Express, Shaugi Saleh. Menurutnya, keberadaan kapal baru justru akan mengganggu investasi saat ini. "Investasi sudah sangat sulit, intinya pemda harus mengkaji ulang," ucapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Gresik, Sholihudin mengatakan, pihaknya meminta agar pemerintah bisa memberikan perencanaan yang jelas terkait kedatangan kapal baru tersebut.

Menurutnya, justru akan merugikan bila kedatangan kapar baru tanpa perencanaan yang jelas, kapal yang lama akan pindah karena rugi dan masyarakat ikut dirugikan.

"Jangan sampai mereka datang, kemudian rebutan penumpang dengan dua kapal yang saat ini sudah berjalan," kata dia, Selasa (28/5/2019).

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik, Nanang Setiawan mengatakan, perizinan pelayaran semuanya ada di pusat. Pihaknya hanya memiliki satu wewenang izin. Itupun harus di bahas di dalam pokja bersama.

"Daerah hanya memiliki wewenang untuk mengeluarkan rekom saja, lainya tidak,” tutur Nanang. 

Editor: Achmad Amru Muiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved