Kabar Pasuruan

RSUD Bangil Pasuruan Layani Pemeriksaan Dan Pengobatan Gratis Bagi Penderita Penyakit HIV AIDS

RSUD Bangil menjadi salah satu rumah sakit yang peduli terhadap human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deviciency Syndrome (AIDS).

RSUD Bangil Pasuruan Layani Pemeriksaan Dan Pengobatan Gratis Bagi Penderita Penyakit HIV AIDS
suryamalang.com/Galih Lintartika
Salah satu dokter di RSUD Bangil Pasuruan yang siap melayani di Poli HIV AIDS 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - RSUD Bangil menjadi salah satu rumah sakit yang peduli terhadap human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deviciency Syndrome (AIDS) di Pasuruan. Ini setelah RSUD Bangil siap melayani pemeriksaan dan pengobatan gratis untuk penderita penyakit HIV.

Humas RSUD Bangil, Dr Ghozali menjelaskan, pengobatan dan pemeriksaan HIV di RSUD Bangil tidak dibebankan biaya alias gratis. Pengobatan yang dimaksud ini mulai dari medis dan psikologis.

Selain itu, pihaknya juga memperhatikan aspek sosial yang meliputi pengobatan supportive (dukungan) pecegahan, pengobatan infeksi oportunistik dan pengobatan antiretrivial.

Menurut dia, penderita AIDS di Kabupaten Pasuruan sangat banyak mencapai sekitar 2.000 orang. Jumlah itu berada di urutan ke 7 se-Jatim. Maka dari itu, bagi yang mengalami penderita HIV datang segera ke RSUD Bangil agar dapat di tangani melalui poli VCT.

"Kalau berobat di luar akan dikenai biaya kurang lebih Rp 3 juta. Kalau di kami, tidak membayar. Ayo silahkan datang ke sini, akan kami layani dengan baik. Mari sama - sama tekan peredaran atau penyebaran HIV AIDS di Pasuruan," jelasnya.

Dijelaskannya, pencegahan HIV dapat dilakukan dengan cara tidak melakukan hubungan seks yang berisiko, tidak berbagi jarum suntik, skrining donor darah dan organ tubuh, mengikuti program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak, menerapkan kewaspadaan standart (pada tenaga kesehatan.

"HIV itu sebuah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Sedangkan penyakit AIDS muncul setelah virus HIV yang dapat menyerang sistem kekebalan tubuh kita selama lima hingga sepuluh tahun atau lebih," jelas Ghozalie.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved