Kabar Jember

Bupati Jember Faida Mendukung Penuh Penyelenggaraan JFC 2019 Tetap Berlangsung

Tim Jember Fashion Carnaval (JFC) bertemu Bupati Jember Faida menjelang pagelaran JFC-18 pada 31 Juli - 4 Agustus 2019.

Bupati Jember Faida Mendukung Penuh Penyelenggaraan JFC 2019 Tetap Berlangsung
suryamalang.com/Sri Wahyunik
tim JFC bersama Bupati Jember, Faida

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Tim Jember Fashion Carnaval (JFC) bertemu Bupati Jember Faida menjelang pagelaran JFC-18 pada 31 Juli - 4 Agustus 2019. Pertemuan digelar di Pendapa Wahyawibhawagraha, Jember, Selasa (28/5/2019).

Bupati Faida menyambut hangat kedatangan tim JFC tersebut. Bupati Faida menegaskan, secara pribadi seorang Faida dirinya wajib memberikan dukungan kepada JFC. "Secara pribadi saya sebagai Faida punya tanggungjawab moril kepada JFC. Bagaimana saya tahu Mas Dynand, dan perjuangannya sampai menjadikan JFC sebagai event bertaraf internasional ini," ujar Faida.

Dan sebagai Bupati yang mewakili Pemkab Jember, dia menegaskan, Pemkab Jember dengan segala regulasi yang dimilikinya mendukung perhelatan JFC. "Memang kami memiliki regulasi terkait bantuan, namun pemerintah tentunya mendukung. Pemerintah memiliki perannya masing-masing. Apalagi Presiden Jokowi juga sangat mendukung sektor kreatif melalui JFC ini. Jember ini memiliki potensi wisata religi dan edukasi. Karnaval termasuk di dalam edukasi tersebut," tegasnya.

Bupati Faida mendorong JFC terus berkiprah dan berkibar di taraf internasional, meskipun Presiden JFC Dynand Fariz meninggal dunia.

Sedangkan CEO JFC Suyanto menyampaikan, pertemuan dengan bupati untuk keberlangsungan JFC tahun 2019 hingga tahun-tahun berikutnya. "Bagaimana even ini akan berlangsung secara berkelanjutan, bahkan bisa lintas generasi," jelas Suyanto.

Suyanto menjelaskan, almarhum Presiden JFC Dynand Fariz sudah menyiapkan pagelaran JFC-18 tahun 2019 sejak JFC-17 usai digelar. Kini, tim meneruskan sisa persiapan itu sampai pagelaran dilangsungkan .

Ia mengungkapkan, dalam pertemuan itu bupati sangat mendukung JFC. Bupati, lanjut Suyanto, menegaskan siapapun nantinya presidennya, menteri pariwisata, juga bupatinya, JFC harus tetap berlangsung.

"Nantinya akan diarahkan pada pembuatan perda, serta didukung oleh provinsi dan kementerian mengenai even ini, karena JFC sudah menjadi even nasional," katanya.

Tim yang dibawa oleh Suyanto memaparkan beberapa hal terkait persiapan JFC. Antara lain program jangka panjang dan program jangka menengah. Dalam dua program tersebut, JFC berperan aktif dalam even-even karnaval dan fesyen hingga tingkat internasional. Salah satu kegiatan barunya adalah Rythm Artwear Carnival.

Usai pertemuan, Bupati Faida memberikan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan untuk keluarga almarhum Dynand Fariz. Santunan itu, masih kata Suyanto, sangat berarti karena penyelenggaraan JFC tidak lepas dari dana pribadi Dynand Fariz.

Dana santunan ini oleh sepuluh bersaudara keluarga almarhum Dynan Fariz sepakat untuk dimanfaatkan sebagai biaya operasional penyelenggaraan JFC. Almarhum Dynand Fariz mengikuti empat program BPJS Ketenagakerjaan, yaitu jaminan kecelakaan kerja, jaminan pensiun, jaminan hari tua dan jaminan kematian, dengan jumlah dana pertanggungan total sebesar Rp 486.993.000.

JFC-18 tahun 2019 bertema Tribal Grandeur bakal digelar 31 Juli sampai 4 Agustus 2019. Ada lima karnaval selama rangkaian JFC-18 yakni Pet Carnival, Kids dan Artwear Carnival, WACI Carnival, dan Grand Carnival.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved