Kabar Tulungagung

Warga Tulungagung Gempar, Tas Berisi Busana Muslim Tertinggal Di Pos Kamling Dikira Berisi Bom

Warga sekitar khawatir dua tas berwana coklat dan merah maroon yang ditemukan di Pos Kamling berisi bom.

Warga Tulungagung Gempar, Tas Berisi Busana Muslim Tertinggal Di Pos Kamling Dikira Berisi Bom
Ist
Polisi membuka tas yang sempat dicurigai berisi bom oleh warga Tulungagung 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Sebuah tas yang tergeletak di Pos Kamling Kelurahan Kampungdalem di sisi utara alun-alun Tulungagung sempat membuat gempar warga. Ini setelah warga sekitar khawatir dua tas berwana coklat dan merah maroon yang ditemukan Selasa (28/5/2019) pukul 23.00 WIB berisi bom.

Keberadaan tas itu dilaporkan oleh seorang warga ke piket Satpol PP, yang tidak jauh dari lokasi Pos Kamling. “Anggota Satpol PP yang menerima laporan warga, kemudian melapor ke Polres Tulungagung,” kata Kasubag Humas Polres Tulungagung, AKP Sumaji, Rabu (29/5/2019).

Polisi yang datang ke lokasi segera mamasang garis pembatas. Bahkan Polres Tulungagung juga minta bantuan Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Brimob Polda Jatim.

Sekitar pukul 01.20 WIB, Rabu (29/5/2019) Kapolsek Kota, Rudi Purwanto yang juga mantan anggota Brimob, bersama Brigadir Agus anggota Kompi I Yon C Kediri Sat Brimob Polda Jatim mengurai tas itu. “Ternyata isinya tidak ada bahan peledak,” sambung Sumaji.

Saat dibuka tas berisi masker, flasdisk warga biru, buku tabungan BNI dan BRI, kartu anggota Pramuka, serta kartu Pelajar MTs atas nama Miftahul Huda asal Papar Kabupaten Kediri.

Selain itu, ditemukan juga KTP atas nama Imna Indana Zulfa Vina Taftantri asal Papar, Kabuaten Kediri.

Sementara di tas yang berwarna merah maroon berisi busana muslim perempuan, kerudung dan pakaian dalam wanita. “Setelah proses penguraian itu, baru bantuan Jihandak dari Kompi Brimob Kediri tiba di lokasi,” ujar Sumaji.

Dari penjelasan warga bernama Sulaiman (62), sore sekitar pukul 17.00 WIB dirinya melihar tiga laki-laki mengenakan baju gamis ada di Pos Kamling itu. Sementara tas yang menggemparkan itu ada di samping mereka.

Namun Sulaiman tidak begitu memperhatikan, karena akan pergi ke Masjid Almunawar mengikuti tauziah KH Anwar Zahid.

Sepulang dari Masjid, tiga orang itu masih ada. Pukul 22.30 WIB, saat Sulaiman akan pergi ke warung kopi, tas masih berada di Pos kamling dan tidak ada orangnya. “Saya kemudian melaporkan tas itu ke Kantor Satpol PP,” ujarnya. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved