Kabar Pamekasan

Pamekasan Juara Urusan Rokok Ilegal se-Madura, Bea Cukai Rampas 5,6 Juta Batang

"Produsen rokok ilegal terbanyak yang kami temukan di Pamekasan, yaitu sebanyak 4 juta batang lebih rokok ilegal. Kalau pabriknya sulit kami lacak."

Pamekasan Juara Urusan Rokok Ilegal se-Madura, Bea Cukai Rampas 5,6 Juta Batang
Kuswanto Ferdian
Para pejabat Bea dan Cukai Madura saat konferensi pers terkait rokok ilegal yang berhasil disita sepanjang tahun 2018. 

SURYAMALANG.COM, PAMEKASAN - Bea dan Cukai Madura merampas 5,6 juta batang rokok ilegal se Pulau Madura selama Januari 2018 hingga Mei 2019. 

Kepala Kantor Bea dan Cukai Madura, Latif Helmi, mengatakan, dari 5,6 juta batang rokok ilegal itu, Kabupaten Pamekasan tercatat sebagai produsen rokok ilegal tertinggi se-Madura.

Khususnya selama tahun 2018 lalu.

"Kabupaten Pamekasan, tercatat sebagai produsen rokok ilegal tertinggi di Madura. Khususnya selama tahun 2018," kata Helmi latif, Jumat (31/05/2019).

"Produsen rokok ilegal terbanyak yang kami temukan di Pamekasan, yaitu sebanyak 4 juta batang lebih rokok ilegal. Kalau pabriknya sulit kami lacak," sambung dia.

Dari jumlah batang rokok ilegal tersebut, Kabupaten Pamekasan menempati posisi teratas sebagai produsen rokok ilegal.

Berikutnya disusul kabupaten Sumenep, Sampang dan Bangkalan.

Helmi Latif mengaku, dari 5,6 juta rokok ilegal yang berhasil diamankan oleh pihaknya, negara juga mengalami kerugian hingga mencapai angka miliaran rupiah.

“Negara ditaksir mengalami keruigan sekitar Rp 1,8 miliar dengan nilai rokok yang dilanggar sebesar Rp 4,7 miliar batang rokok,” bebernya.

Di sisi lain Bupati Pamekasan, Badrut Tamam menanggapi banyaknya produsen rokok ilegal yang beredar di Pamekasan menyatakan komitmennya untuk melakukan kerjasama dengan Bea Cukai Madura untuk terus memberantas peredaran rokok ilegal yang beredar di Pamekasan.

Hal tersebut bertujuan, guna mengantisipasi sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan rokok ilegal di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

“Kami berkomitmen akan terus bersinergi dengan pihak Bea Cukai, tentunya dalam pemberantasan usaha yang merugikan negara ini. Kerjasama aktif dalam rangka penegakan hukum persoalan rokok ilegal harus kami galakkan,” pungkasnya. Kuswanto Ferdian

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved