Kabar Sidoarjo

Modus Baru Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 5,5 Miliar Berkedok Nener Bandeng

Polda Jatim berhasil mengungkap gudang penyelundupan di Jl KH Mashum, Desa Randegan Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jumat (31/5/2019).

Modus Baru Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp 5,5 Miliar Berkedok Nener Bandeng
m taufik
BARANG BUKTI - Praktik penyelundupan benih lobster ke luar negeri kembali terbongkar. Kali ini, petugas Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil mengungkap gudang penyelundupan di Jl KH Mashum, Desa Randegan Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jumat (31/5/2019). 

SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Praktik penyelundupan benih lobster ke luar negeri kembali terbongkar. Kali ini, petugas Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil mengungkap gudang penyelundupan di Jl KH Mashum, Desa Randegan Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jumat (31/5/2019).

Di ruko kontrakan tersebut, petugas menyita 37.558 ekor benih lobster yang nilainya sekitar Rp 5,5 miliar. Serta sejumlah barang bukti lain seperti paspor, buku rekening, uang tunai, dua bak besar berisi benih lobster, pompa air, mesin pendingin, dan sejumlah barang lain.

"Petugas juga mengamankan tujuh orang tersangka. Mereka punya peran berbeda-beda dalam praktik penyelundupan ini," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di lokasi penggerebekan.

Menteri Susi ke Trenggalek, Sebut Nelayan Bodoh Jika Tangkap Benur

Para tersangka itu, antara lain HB asal Jakarta sebagai kordinator pengatur, TS warga Subang sebagai tukang packing, ART asal Ciputat juga bagian packing, DAL asal Tasikmalaya, WP asal Subang, MAA warga Lubuk Lingai, dan ES asal Subang yang ketiganya tugas bagian packing.

"Benih lobster didatangkan dari NTB, Bali, Jawa Timur dan Jawa Barat. Di sini dikemas, lalu diekspor ke beberapa negara. Termasuk Vietnam, Singapura, dan Thailand," urai Barung.

BARANG BUKTI - Praktik penyelundupan benih lobster ke luar negeri kembali terbongkar. Kali ini, petugas Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil mengungkap gudang penyelundupan di Jl KH Mashum, Desa Randegan Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jumat (31/5/2019).
BARANG BUKTI - Praktik penyelundupan benih lobster ke luar negeri kembali terbongkar. Kali ini, petugas Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil mengungkap gudang penyelundupan di Jl KH Mashum, Desa Randegan Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jumat (31/5/2019). (m taufik)

Polisi masih melakukan penyelidikan terkait perkara ini. Sementara, tujuh tersangka yang ditangkap itu dikenakan Undang-undang no.45 tahun 2009 tentang perubahan atas undang-undang no 31 tahun 2004 tentang perikanan. Tepatnya di pasal 86 ayat 1, pasal 92, dan pasal 100.

"Kami juga masih terus melakukan pengembangan. Termasuk berkordinasi dengan Polda-Polda terkait, serta sejumlah instansi lain," sambung Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Rofiq Ripto.

Disebutnya, sejak beberapa waktu lalu pihaknya telah memonitor aktivitas mencurigakan di tempat ini. Setelah berhasil memastikan semua praktik di dalamnya ilegal, petugas kemudian melakukan penggerebekan.

Modus yang dilakukan jaringan penyelundup benih lobster ini tidak jauh beda dengan kelompok lain. "Yang terbaru, modus pengirimannya disamarkan dengan Nener Bandeng," ungkapnya.

Dalam pengiriman, benih lobster ditaruh bagian bawah, sementara atasnya dikasih Nener Bandeng untuk mengelabuhi petugas.

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved