Drakor
Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 1 Part 2, Akhirnya Bong Soon Jadi Bodyguard Min Hyuk
Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 1 Part 2, Akhirnya Bong Soon Jadi Bodyguard Min Hyuk
Penulis: Frida Anjani | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM - Simak sinopsis drama Strong Woman Do Bong Soon episode 1 part 2 dalam berita ini.
Drama Korea Strong Woman Do Bong Soon episode 1 akan ditayangkan di stasiun Trans TV pada 10 Juni 2019 mendatang.
Trans TV akan menyiarkan drakor Strong Woman Do Bong Soon setiap hari Senin hingga Jumat pukul 18.00 WIB.
Drama berjumlah 16 episode ini akan menceritakan kisah petualanan Do Bong Soon seorang wanita mungil yang memiliki kekuatan super.

• Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 1 Part 1, Tayang di Trans TV 10 Juni 2019 Pukul 18.00 WIB
• Perubahan Jadwal Tayang Terbaru Drakor Strong Woman Do Bong Soon di Trans TV Saat Libur Lebaran 2019
Berikut kelanjutan sinopsis drakor Strong Woman Do Bong Soon episode 11 yang akan tayang 10 Juni 2019 mendatang.
SINOPSIS STRONG WOMAN DO BONG SOON EPISODE 1 PART 2
Bong Soo makan kacang di rumahnya, Bong Ki memberitahu kalau kakaknya itu benar-benar menghancurkan mereka. Bong Soo membela diri kalau mereka yang lebih dulu memulainya, dan memperingatkan agar Jangan katakan sepatah katapuntentang hal ini pada Ibu. Bong Ki mengoda kakaknya kalau akan mengatakan hal itu.
Min Hyuk masuk ke dalam kantornya dengan menyapa semua karyawan dengan ramah lalu masuk ruangan melihat resume yang diberian oleh Sek Kong beberapa membriak keahilan bela diri, Judo tingkat 4, Hapkido tingkat 5, Sabuk hitam Tae Kwon Do tingkat 9 bahkan Pemenang Pan-Korea Jujitsu Championship tahun 2014 dan juga Generasi ketiga pengawal di Blue House.
Tiba-tiba Min Hyuk teringat dengan tatapan Bong Soon setelah menghajar semua pria yang menganggunya lalu menyuruh Sek Kong agar mencari tahu tentang wanita yang lihat di kantor polisi.
Sek Kong padahal hanya ingin tahu tentang Bong Soon, Kook Doo menegaskan tidak bisa memberikan informasi kontak pribadi seseorang. Min Hyuk pun menerima laporan bahwa Polisi mengatakan bahwa tidak dapat memberikan informasi nya dan polisi sangat berpegang teguh pada aturan itu. Min Hyuk dengan kesal bertanya siapa nama polisi itu. Sek Kong menyebutkan nama In Kook Doo.
Flash Back
Seorang wanita dengan tubuh sexy berjalan di lorong hotel, seorang pri dengan uang dan beberapa obat terlarang sudah ada dalam ruangan, terdengar bunyi bel, Si pria menyuruhnya masuk karena tak terkunci. Wanita itu pun masuk berdiri depan tirai dengan mengoda dengan memperlihatkan gerakan tubuh si pria.
Saat pria itu mulai tergoda tak tahan ingin mendekat, terlihat Kook Doo dengan pakaian wanita yang menyamar langsung membekuknya dan seperti seorang polisi langsung memborgol dan tersangka memiliki hak untuk tetap diam dan juga hak untuk menyewa pengacara. Si pria terlihat sangatmarah
Si Pria pikir Kook Doo itu tak tahu siapa dirinya, Kook Doo rasa dirinya itu tak perlu tahu karena harus tak memihak sebagai seorang polisi. Kook Doo pun akhirnya masuk ke ruang interogasi.
Ketua polisi meminta agar Kook Doo untuk bersikap tegang, kalau bersikap sepertiini maka bisa saja kehilangan segalanya dalam satu gerakan. Kook Doo pun menantangnya seperti tak takut dengan apapun. Kepala polisi berbicara di ponsel dengan meminta maaf, lalu memarahi anak buahnya kalau kena marah atasannya bahkan sangat murka.
Bawahanya mengatakan kalau Kook Do itu terkenal antara rekan-rekannya saat di akademi polisi dianggap tak begitu waras. Kepala Polisi pun menyuruh agar tugaskanke departemen lalu lintas supaya bisa sesak karena asap polusi di jalan!
Sebuah ruangan terlihat beberapa polisi sedang makan jajangmyun sambil menonton TV. Ketua Tim mengatakan kalau Sejarah memiliki semua jawaban jadi harus mendidik ulang diri sendiri tentang yang dasar-dasar nya dengan menonton ini. Kook Doo membawa barang-barangnya masuk ke tim yang baru dengan memperkenalkan dirinya.
• Her Private Life Sudah Tamat, Ini 10 Rekomendasi Drama Korea Romantis Komedi Terbaik Sepanjang Masa
• Sudah Tamat, Park Min Young dan Kim Jae Wook Ungkap Adegan Favorit Mereka di Drakor Her Private Life
Kepala polisi berkomentar Kook Doo itu si sinting itu tidak bisa mengerti apapun. Min Hyuk melihat Kook Doo itu seorang polisi yang benar. Kepala Polisi binggung dengan komentar Min Hyuk lalu menanyakan apa yan akan dilakukan dengan nomor ponsel Bong Soon.
Bong Soon sedang makan buah dan berkumpul dengan keluarganya bertanya Haruskah ia bekerja di bidang yang memperbolehkan menggunakan kekuatan supernya, Ibunya pikir lebih baik Tenaga kerja manual setidaknya dibayar. Bong Soon rasa tidak akan menggunakan kekuatan untuk kejahatan jika bekerja disana. Ibunya menyuruh Bong Soon makan buah dan diberikan pada adiknya juga.
Sek Kong menatap Bong Soon yang menurutnya aneh tapi disukai oleh atasanya, lalu membahas tentang Bong Soon yang tidak punya pekerjaan sekarang, Bong Soon mengaku kalau tidak menganggur. Sek Kong pikir Presdir perusahaannya melihat Bong Soon hari itu dan membuat keputusan yang cukup berani karena meninggalkan kesan khusus.
Sek Kong membenarkan kalau Bong Soon akan bekerja di bawah orang yang paling penting di perusahaan mereka. Bong Soon memberitahu bawah tidak ada pekerjaan yang belum pernah dicoba setelah lulus SMA. Tapi menurutnya dengan seperti ini sangat jelas merupakan suatu perusahaan yang goyah, atau perusahaan yang akan gagal atau pekerjaan yang sangat memusingkan.
Bong Soon langsung berhenti wajahnya langsung berbinar mendengar uang 60 juta won, lalu berpikir kalau ini sebuah penipuan karena mengaji banyak sekali bahkan belum mengetahui tentang dirinya. Lalu dengan percaya diri kalau Min Hyuk itu menyukainya. Sek Kong pikir tak seperti itu. Bong Soon lalu bertanya bagaiman mereka tahu nomor telpnya lalu berpikir dirinya sedang di intai. Sek Kong mengaku bukan seperti itu.
Bong Soon langsung melotot kaget karena sebelumnya pernah merancang untuk games dan langsung dengan sumringah bertanya apakah akan bertemu dengan presdir itu, seperti lupa kalau sebelumnya sudah jual mahal.
Tuan Do memberikan kue pie dan juga minuman serta untuk istirnya yang ditambahkan gula. Bibi bertumbuh tambun mengajak Nyonya Hwang untuk telpon kantor lingkungan danbalai kota sekitar sepuluh kali sehari kalaur mereka menolak pembangunan ulang itu.
• 7 Pesona Ryan Gold di Drama Her Private Life yang Bikin Banyak Cewek Pengen Jadikan Pacar
• Dari Gong Yoo Hingga Bae Suzy, Ini Teman Satu Agensi Kim Jae Wook Si Ryan Gold di Her Private Life
Saat itu datang seorang wanita, semua berbisik kalau itu ibu Kook Doo. Tuan Do pun melayani Nyonya Jung Di Hwa yang membeli empat Tart telur dan dua potong pie kacang pikan, lalu ia berkomentar kalau sangatmenyukai novel Yang berjudul "HormonPada Kentutmu."
Nyonya Jung pun tersenyum mengetahui Tuan Do yang menyukai novelnya, Tuan Do mengaku menyelesaikan seluruh buku nya dalam satu hari dan belum pernah membaca yang seperti itu sebelumnya dalam hidupnya. Nyonya Jung mengetahui dari anaknya kalau bertemu Bong Soon di kantor polisibeberapa hari yang lalu. Nyonya Hwang dkk melonggo terkejut mendengarnya.
Nyonya Hwang berteriak memanggil anaknya, bertanya kenaoa pergi ke kantor polisi, Bong Soon kaget karena ibunya bisa mengetahui hal iytu. Nyonya Hwang pikir mana mungkin tak tahu karena Kook Doo
Bong Soon membuat bimbimbap dalam sebuah baskom besar lalu meminta ibunya agar mencoba lebih dulu. Nyonya Hwang mencicipinya dan mengatakan kalau rasanya sudah cukup. Keluarga Do pun makan bimbimbap bersama dalam mangkuk besar
Bong Soon menerima ponselnya wajahnya langsung tersenyum dan buru-buru masuk ke dalam kamar. Kook Doo memberitahu kalau ia yang menelp, Bong Soon mengaku kalau ia yang melakukanya. Koon Doo mengatakan kalau mencari tahu tentang orang-orangyang diserang di lokasi konstruksi Dan mereka adalah orang-orang sangat jahat jadi meminta agar jangan pergi sendirian larut malam.

Bong Soon kesal sendiri karena Kook Doo itu memang mengerikan. Dan brengsek begini, tapi tetap saja masih sangat menyukainya, lalu mengulingkan badanya karena tersipu malu dan akhirnya jatuh dari tempat tidurnya.
Terlihat seperti sebuah gempa bumi terjadi, di lantai bawah keluarga Do bisa merasakan rumah mereka bergetar. Bong Ki mengeluh kakaknya itu mulai lagi, keluarga Do seperti sudah bisa kalau Bong Soon jatuh membuat rumah mereka bergetar karena memilik sibuk makan bimbimbap.
Bong Soon masuk ruangan Min Hyuk seperti terkesima melihat sekeliling, Min Hyuk menyuruh Bong Soon duduk karena Langit-langit tidak akan runtuh dan jatuh menimpanya, lalu menanyakan resume yang diminta. Bong Soon pun memberikan berkasnya.
Min Hyuk meminta maaf karena berpikir dirinya bisa menghibur, lalu ingin tahu alasan ingin berkerja diperusahanya,Bong Soon berpikir kalau Karena perusahaan ini merupakan perusahaan yang bagus. Min Hyuk langsung mengulurkan tangannya mengucapkan selamata pada Bong Soon yang bisa berkerja di perusahaanya. Bong Soon pun menyambut jabat tangannya.,
Bong Soon bertanya apakah ada kantin perusahaan, Min Hyuk mengangguk. Bong Soon ingin tahu apakah ada kelas yoga, Min Hyuk mengelengkan kepala. Bong Soon mengaku jadi hilang semangat. Min Hyuk mengatakan kalau pengawal memiliki akses sepanjang tahun untuk banyak hal, hanya untuk mereka saja.
Min Hyuk pikir bagaimana bisa memberikan opsi saham pada pengawal, tapi demi Bong Soon akan memikirkannya. Bong Hee pikir ini seperti benar-benar tawaran yang lemah lalu ingin melihat isi kontraknya lebih dulu, Min Hyuk mengajak untuk adu panco karena perlu mengetahui apakah Bong Hee layak untuk digaji.
Min Hyuk menyuruh Bong Soon agar bisa mengalahkanya, Bong Soon pun membiarkan Min Hyuk yang lebih dulu memberikan perlawanan. Min Hyuk menariknya dan seperti tak kuat menarik tangan Bong Soon, Bong Soon pun menawarkan diri agar Min Hyuk mengunkan tangan lainya sampai akhirnya bisa menariknya ke arah yang berlawanan dengan Min Hyuk.
Min Hyuk langsung menjauh dengan memegang tanganya, Bong Hee melihat Min Hyuk yang berjongkok menyuruhnya agar tak perlu malu kalau memang dikalahkan oleh seorang wanita dengan mengatakan kalau punya kekuatan khusus dan meminta agar Min Hyuk bisa merahasiakannya dari semua orang Akhirnya Min Hyuk berdiri mencoba untuk tersenyum lalu memanggil Sek Kong agar membawa surat kontrak kerja. Bong Soon pun kembali duduk dan melihat Min Hyuk yang tersenyum tapi tangangnya bergetar seperti kesakitan.
Sek Kong datang, Bong Soon melonggo ternyata memang benar gajinya 60 juta won. Sek Kong pu menunjuk tempat Bong Soon bisa memberikan tanda tanganya. Bong Soon tanpa pikir panjang memberikan tanda tanganya. Lalu bertanya kapan mulai berkerja.
Min Hyuk bertanya pada Sek Kong sebelum keluar apakah kakinya itu kuat dan menyuruh agar bisa bermain adu ayam dengan Bong Soon. Sek Kong meremehkan Bong Soon karena punya harga diri yang harus ditetapkan sebagai Marinir, serta tidak bisa melakukan dengan seorang wanita. Min Hyuk menyuruh Sek Kong agar melakukan saja. Sek Kong tetap menolak.
Kurir jajangmyun pun datang, Min Hyuk langsung meminta helm dari pria itu dengan memberikan uang agar bisa membeli helm yang baru serta bayaran untuk jajangmyun yang dipesanya. Sek Kong pun sudah
Saat hitungan ketiga, Sek Kong menyerang lebih dulu Bong Soon hanya diam dan melawanya. Tubuh Sek Kong langsung melayang dan membentur dinding sampai membuat cekungan. Bong Soon dan Min Hyuk panik karena Sek Kong tiba-tiba tak sadarkan diri. Pegawai wanita pun datang melihat keadaan Sek Kong.
Min Hyuk memastika kalau Sek Kong itu tak mati, Bong Soon tak enak hati meminta maaf. Sek Kong pun bergerak. Min Hyuk bisa bernafas lega karena Sek Kong itu masih hidup. Sebuah ambulance akhirnya membawa Sek Kong dengan penyangah leher ke rumah sakit dengan tubuh tengkurap.
Min Hyuk akhirnya memutuskan kalau kan menggunakan bahasa informal karena Bong Hee telah menandatangani kontrak dengan perusahaan, tapi tidak bisa mengatakan, "Baiklah." ke pengawalnya. Bong Hee mengerti dan. Min Hyuk ingin menyelesaikan apa yang ingin dikatakan Bong Soon sekarang.
Bong Soon pikir semua yang diinginkan hanya untuk memberikannya kesempatan. Min Hyuk setuju akan memberikan kesempatan serta Tetapi pastikan untuk melindunginya dengan benar dulu. Bong Soon mengerti. Min Hyuk menyuruh Bong Soon pergi setelah membereskan ruangan dan juga melapor ke KantorSekretaris pukul 10:00 besok.
Bong Soon menganguk mengerti dan akan melakukannya. Min Hyuk melihat Sekretaris Gong terluka, jadi membutuhkan seseorang untuk mengambil alih untuknya selagi sekertarisnya itu pergi. Bong Soon mengerti dan Min Hyuk pun keluar dari ruangan.
Bong Hee dalam ruangan sendirian mengeluh Min Hyuk yang sangat angkuh bahkan menggunakan bahasa informal dengannya, Ia benar-benar tidak percaya Min Hyuk itu Presdir perusahaan menurutnya ia hanya harus berhasil untuk melawan si presdir dengan gaya angkuh duduk seperti Min Hyuk.
Bong Hee berjalan pulang melalui lorong seperti merasakan ada orang yang mengikutinya, tapi saat
Bong Soon heran karena Kook Doo akan pergi begitu saja, Kook Doo pikir sudah malah jadi lebih baik cepat masuk saja. Bong Soon lalu bertanya Apa semuanya baik-baik saja dengan pacarnya. Saat itu Kook Doo menerima telp dari Hee Ji lalu masuk ke dalam rumah. Bong Soon mengucapkan terimakasih tapi seperti tak digubris oleh Kook Doo.
Seorang wanita lewat di jalan lorong yang gelap, ia merasakan ada orang yang mengikutinya dan akhirnya lehernya pun dijerat. Pagi harinya, seorang warga melihat wanita yang sudah penuh dengan luka. Dikantor polisi, salah orang polisi memberitahu Ada pembunuhan kemarin malam saat tim B sedang bertugas.
Kook Do mendengarnya, beberapa polisi kaget dan menanyakan TKP-nya. Polisi itu memberitahu tempatanya di Dobong-dong. Semua warga berkumpul seperti tak percaya melihat kejadian wanita terbunuh dan banyak darah, sementara Bong Soon memilih untuk segera pergi ke kantor untuk pertama kalinya.
Bong Hee masuk ruangan kaget melihat yang ada dilayar seperti sebuah tanda peringatan. Min Hyuk masuk memberitahu bahwa memiliki musuh dimana pun, dan ia pun juga tak tahu karena orang mengancam akan membunuhnya. Bong Soon kebinggungan tiba-tiba ada gambar yang langsung muncul dilayar
Keduanya pergi ke restoran, Min Hyuk menceritakan bahwa akhir-akhir sedang di ikuti oleh orang dan diancam tapi ingin tahu, Bong Soon ingin tahu siapa dibalik semua ini. Min Hyuk pikir akan menangkap mereka jika tahu siapa. Bong Hee pikir Min Hyuk bisa lapor polisi.
Bong Soo pikir Min Hyuk itu sedang bercanda. Sekarang. Min Hyuk menyakinkan bahwa Hidup adalah permainan dan permainan adalah hidup lagi pula bukan sesuatu yang terlalu serius.
Min Hyuk memberikan peralatan menurutnya cukup Menakjubkan, kalau Bong Soon bisa menangkap orang itu, maka akan memindahkan ke Pembangunan dan Tim Perencanaan serta bisa mengembangkan game yang di inginkan. Bong Soon terdiam lalu melihat berita yang ada diruangan.
Saat itu Min Hyuk melihat ponselnya berdering dan dari nomor yang tak dikenal, ketika mengangkatnya suara robot lagi terdengar dengan mengatakan “Jangan meremehkan perkataanku. Lihat aja apa yang akan terjadi dari sekarang.” Bong Soon dan Min Hyuk langsung melotot kaget mendengarnya.