Breaking News:

Pilpres 2019

Temuan Kecurangan Pemungutan Hingga Rekapituliasi di Jatim Masuk Bukti Gugatan Prabowo-Sandi di MK

Temuan Kecurangan Selama Pemungutan Hingga Rekapituliasi di Jatim Masuk Bukti Gugatan Prabowo-Sandi di MK

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: eko darmoko
ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno berjabat tangan seusai memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019). Pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menolak hasil rekapitulasi KPU dan memutuskan untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

Misalnya saja, kala saksi Prabowo-Sandi menolak menandatangani hasil rekapitulasi suara hasil pemilu tingkat provinsi di Jatim. Ini setelah permintaan mereka untuk membuka data pemilih pindahan dan absensi pemilih di TPS tak dipenuhi KPU Jatim.

Berdasarkan penjelasan satu di antara saksi Prabowo-Sandi, Abdul Halim, pihaknya mempertanyakan absensi pemilih (C7) dan form pindah pilih (A5) yang digunakan saat memilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Kami minta form A5 dan C7 itu dibuka untuk kemudian dicocokkan," kata Abdul Halim di Surabaya, Minggu (12/5/2019) kala itu.

Menurutnya, satu di antara indikasi keganjilan data pemilih ini ada pada selisih antara jumlah pemilih untuk legislatif dan pemilihan presiden yang cukup besar.

"Masa pemilih untuk pilpres lebih besar dibandingkan pileg? Ini yang sedang kami kaji," katanya.

Selain itu, ia juga mengungkap pergeseran suara yang cukup besar untuk beberapa kategori.

"Termasuk juga pergeseran pemilih pindahan, pemilih khusus, hingga pemilih disabilitas. Ini cukup besar, sampai 5-10 persen," imbuh politisi Gerindra ini.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved