Malang Raya

Dana Pemkot Malang Rp 489,5 Miliar Tak Terserap Selama 2018, Berikut Ini Rinciannya

Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) Kota Malang mencapai Rp 489,5 Miliar dari total APBD 2018 sebesar Rp 2,3 triliun.

Dana Pemkot Malang Rp 489,5 Miliar Tak Terserap Selama 2018, Berikut Ini Rinciannya
SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Sekelompok warga yang mengatasnamakan 'Forum Warga Malang' menggelar aksi penggalangan koin di depan gedung DPRD Kota Malang pada, Kamis (21/3/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Akibat gagalnya beberapa pengadaan penganggaran lelang di 2018, Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) Kota Malang mencapai Rp 489,5 Miliar dari total APBD 2018 sebesar Rp 2,3 triliun.

Wali Kota Malang Sutiaji menjelaskan hal lainnya adalah karena adanya efisiensi pekerjaan, dampak dari proyek dengan dana besar yang gagal lelang.

"Salah satunya Islamic Centre. Memang tahun lalu tidak dapat dilaksanakan karena waktu juga yang tidak mencukupi dan lelangnya gagal," tegas Sutiaji, usai Rapat Paripurna Penyampaian Penjelasan Walikota terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018 di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Rabu (12/6/2019).

Crane yang rencananya dianggarkan untuk Satpol PP juga gagal lelang. Crane sejatinya direncanakan dapat dilakukan di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

"Crane itu juga dianggarkan tapi akhirnya tidak jadi. Ada banyak lain juga yang memang gagal lelang," paparnya.

Sementara itu realisasi secara keseluruhan untuk belanja daerah Kota Malang di 2018 totalnya sebesar Rp 1,9 T. Artinya mencapai 81,5 persen dari total anggatan Kota Malang di 2018 yakni Rp 2,3 T.

Di hadapan anggota DPRD Kota Malang, Sutiaji menjelaskan perihal lainnya. Beberapa di antaranya yakni pendapatan pajak 2018 lalu yang ditarget Rp 420 M, terealisasi sebesar Rp 434,6 M. Artinya target tembus 103,49 persen.

Sementara PAD dari sektor retribusi, tahun 2018 ditarget Rp 51,4 M. Dilaporkan terealisasi sebesar Rp 50,5 M atau 98,11 prsen. Maka ada kekurangan Rp 974 juta untuk mencapai target.

PAD dari Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah ditarget Rp 19,9 M. Tahun lalu mampu terealisasi sebesar Rp 24,7 M atau 124 persen melampaui target.

Semetara dari Dana Bagi Hasil Pajak, terealisasi sebesar Rp 59,2 M dari target sebesar Rp 55,3 M. Kedua dari Dana Bagi Hasil Bukan Pajak terealisasi Rp 93,1 M dari target Rp 28,9 M.

Sedangkan belanja pegawai dianggarkan sebesar Rp 842,2 M dan realisasinya sebesar Rp 761,2 M. Sementara belanja barang dianggarkan Rp 887,6 M dan realisasinya sebesar Rp 739,4 M. 

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved