Kabar Tulungagung

Hari Raya Kupatan, Warga Menikmati Ketupat Gratis Aneka Lauk di Desa Boyolangu Tulungagung

Makan ketupat gratis beramai-ramai adalah bagian dari perayaan hari raya Idul Fitri ke-7, atau yang dikenal dengan kupatan.

Hari Raya Kupatan, Warga Menikmati Ketupat Gratis Aneka Lauk di Desa Boyolangu Tulungagung
suryamalang.com/David Yohanes
Salah satu stan ketupat gratis, bagian dari kuoatab massal Desa/Kecamatan Boyolangu Tulungagung. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Sejumlah pemuda berdiri di tengah jalan Raya Boyolangu, Dusun Dadap, Desa/Kecamatan Boyolangu, Rabu (12/6/2019) pagi. Mereka sibuk menyeberangkan warga yang menuju stan Ketupat gratis yang ada di RT 4 RW1.

Makan ketupat gratis beramai-ramai ini adalah bagian dari perayaan hari raya Idul Fitri ke-7, atau yang dikenal dengan kupatan.

Ketua RT 4 RW 1 Dusun Dadapan, Lamijan Gundung (56) mengatakan, pihaknya menyediakan 400 ketupat. Selain itu ada 25 kilogram ayam yang diolah menjadi soto. "Semua menu diolah ibu-ibu RT kami" ujar Lamijan.

Lanjut Lamijan, menu sengaja diubah agar tidak sama dengan tahun sebelumnya. Ketupat biasa dinikmati dengan sayur lodeh tewel, dan lauk tambahan.

Namun kali ini Lamijan dan warganya menyediakan ketupat soto, agar berbeda dengan stan lainnya. "Mungkin tahun depan balik lagi pakai lodeh, atau mungkin ada ide lain," ujarnya.

Ada lebih dari 50 stan ketupat sayur gratis di Desa/Kecamatan Boyolangu. Tidak hanya di jalan utama, stan-stan ini berdiri hingga ke dalam gang-gang kampung. Warga sengaja memberhentikan para pelintas, agar mampir ke stan mereka.

Tidak harus kenal dengan tuan rumah, siapa saja bisa berhenti dan menikmati menu ketupat gratis. Bahkan jika perut dalam keadaan lapar, boleh nambah ketupat.

Atau jika ingin menikmati menu yang berbeda, pengunjung bisa pindah ke stan lain. "Stan satu dan lainnya kan menunya berbeda-beda," sambung Lamijan.

Seorang pengunjung bernama Bayu (21) mengaku sudah pindah ke dua stan berbeda. Sebelum mengunjungi stan ketupat soto milik Lamijan, Bayu mengaku sudah menikmati ketupat sayur lodeh di stan lain.

"Tapi datangnya harus ramai-ramai. Kalau sendirian kan malu," ucap Bayu yang datang bersama empat temannya.

Menurutnya jika hanya makan satu porsi dirinya tidak kenyang. Namun jika harus nambah di stan yang sama Bayu merasa malu.

Karena itu dia memilih untuk pindah-pindah lokasi, menikmati sajian ketupat yang berbeda. "Kalau laki-laki kan gak puas kalau hanya satu porsi. Dari sini mau pindah lagi ke utara, dekat dam," ujarnya sambil tertawa. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved